MANADOPOST.ID- Sidang Majelis Sinode Istimewa (SMSI) ke 82 Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM) tahun 2026 telah dimulai, Kamis (24/9). Dalam ibadah pembukaan yang dipimpin Ketua BPMS Pdt Dr Adolf Wenas yang berlangsung di wilayah MBD, dipusatkan di Manado Convention Center (MCC).
Nampak hadir langsung Gubernur Yulius Selvanus bersama Forkopimda Sulawesi Utara dan jajaran masing-masing. Juga para panitia SMSI ke 82 yang diketuai Recky Langie.
Maka dalam khotbahnya yang terambil dalam Yohanes pasal 10, dihadapan 2088 Anggota Majelis Sinode (AMS), Pdt Adolf menegaskan bahwa tugas para gembala mencari domba tersesat. "Tugas domba juga merawat domba yang sakit dan terluka, menjaga kawanan tetap bersama. Tugas gembala yang baik harus punya kemampuan membaca situasi, tugas gembala juga mengenal domba satu per satu," tegasnya.
Dirinya juga mengumpamakan, jika dilihat pada karakter hidup, siapa yang masuk lewat pintu adalah gembala yang baik, kalau ikut jendela maka itu tidak baik. Maka harus ikut jalannya. Seorang gembala harus memiliki kedekatan emosional dengan dombanya. Yesus memberikan contoh ini untuk memberi penegasan," ungkapnya.
Tuhan Yesus adalah kepala gereja, GMIM. "Tak semua yang kelihatan benar itu baik, tapi yang baik pasti benar. Ciri gembala yang baik memberikan pengorbanannya. Apakah kita mau mengorbankan diri untuk Tuhan? Menanggalkan kepentingan pribadi? terangnya.
"Pemilik domba adalah Tuhan, kita hanya melaksanakan tugas pekerjaan. Maka lakukan tugas kita dengan baik. Kesempatan ini untuk kemuliaan nama Tuhan, jadilah gembala yang baik walaupun susah. Jadilah gembala yang baik dan jangan jadi gembala upahan," tambahnya.(*)
Editor : Reza Abdilah