Kader Banteng Sulut Makin Solid Usai Terima Arahan Megawati di Tondano, Agenda Konsolidasi Sukses

Lerby Fabio Tamuntuan • Dipublikasikan Jumat, 25 September 2026 | 23:03 WIB
BAKAR SEMANGAT KADER: Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri membakar semangat para kader saat agenda konsolidasi internal se-Sulut di Wale Ne Tou Tondano, Jumat (25/9/2026).
BAKAR SEMANGAT KADER: Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri membakar semangat para kader saat agenda konsolidasi internal se-Sulut di Wale Ne Tou Tondano, Jumat (25/9/2026).

MANADOPOST.ID--Kerinduan ribuan kader PDI Perjuangan di Sulawesi Utara (Sulut) akhirnya terbayarkan. Ketua Umum PDI Perjuangan sekaligus Presiden ke-5 Republik Indonesia, Megawati Soekarnoputri, hadir langsung di tengah-tengah kader partainya dalam agenda Konsolidasi Internal yang dirangkaikan dengan pengukuhan Pengurus Ranting PDI Perjuangan se-Sulut.

Kegiatan yang berlangsung di Gedung Wale Ne Tou Tondano, Kabupaten Minahasa, Jumat (25/9/2026), berlangsung semarak. Lebih dari 10 ribu kader dan pengurus PDI Perjuangan dari berbagai daerah di Sulut memadati lokasi kegiatan.

Kehadiran Megawati menjadi magnet utama. Putri Proklamator Kemerdekaan Republik Indonesia, Bung Karno, itu tidak hanya hadir untuk mengukuhkan struktur organisasi partai, tetapi juga memberikan arahan langsung sekaligus membakar kembali semangat juang kader PDI Perjuangan di Sulut.

Sulawesi Utara sendiri selama ini dikenal sebagai salah satu basis kuat PDI Perjuangan. Daerah berjuluk Bumi Nyiur Melambai itu bahkan lekat dengan sebutan 'Kandang Banteng', yang menggambarkan kuatnya akar politik PDI Perjuangan di daerah tersebut.

Dalam arahannya, Megawati mengingatkan kembali pentingnya semangat juang yang menjadi karakter kader partai.

"Kalau dulu, semangat para kader Banteng begitu berapi-api. Ada yang ikut sejak waktu masih PDI dulu sebelum PDI Perjuangan, pasti tahu semangatnya. Saya sangat senang dengan kader partai yang punya semangat juang dan berapi-api," ujar Megawati. Pernyataan tersebut langsung disambut seruan dan antusiasme ribuan kader yang hadir. Suasana Gedung Wale Ne Tou Tondano pun semakin bergemuruh.

Megawati kemudian membagikan pengalaman ketika pertama kali terjun ke dunia politik pada 1986. Saat itu, dirinya didorong untuk menjadi anggota DPR RI dan kemudian terpilih sebagai Anggota DPR/MPR RI dari Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Tengah pada Tahun 1987.

Pengalaman tersebut menjadi salah satu contoh yang disampaikan Megawati untuk menggambarkan bagaimana seorang kader harus memiliki semangat, daya juang, serta kedekatan dengan rakyat.

"Bayangkan dulu, ada 35 Dapil di Jawa Tengah. Dan saya berjanji, setiap hari minimal 5 dapil yang saya kunjungi. Itu semangat loh, yang harus ada dan dimiliki seluruh kader PDI Perjuangan," ungkapnya.

Tidak hanya berbicara mengenai kerja politik, Megawati juga kembali menanamkan pemahaman mengenai Marhaenisme, sebuah gagasan yang diperkenalkan dan diajarkan Bung Karno.

Selama lebih dari satu jam, Megawati menyampaikan berbagai arahan kepada kader dan struktural partai. Pesan utamanya menekankan pentingnya menjaga soliditas organisasi, memperkuat kerja politik, serta terus hadir dan bekerja di tengah masyarakat.
Ia berharap jajaran PDI Perjuangan di Sulut semakin solid dan tidak kehilangan akar perjuangan dengan rakyat.


Sebelum sesi pengarahan Megawati, Ketua Umum PDI Perjuangan tersebut terlebih dahulu melantik dan mengukuhkan Pengurus Ranting PDI Perjuangan se-Sulut.

Agenda kemudian dilanjutkan dengan laporan perkembangan kerja-kerja politik PDI Perjuangan Sulut yang disampaikan Ketua DPD PDI Perjuangan Sulut, Olly Dondokambey (OD).

Dalam laporannya, OD memaparkan perkembangan organisasi dan capaian politik PDI Perjuangan di Sulawesi Utara, termasuk perkembangan perolehan kursi di DPRD kabupaten/kota maupun DPRD Sulut.

Konsolidasi tersebut menjadi momentum penting bagi jajaran partai untuk menyatukan kembali struktur organisasi hingga tingkat ranting sekaligus memperkuat koordinasi internal.

Dengan jumlah peserta yang mencapai lebih dari 10 ribu orang, kegiatan di Tondano tersebut menjadi salah satu agenda konsolidasi internal PDI Perjuangan Sulut yang berlangsung dalam skala besar.


Ditempat yang sama, Ketua Panitia Konsolidasi, Vanda Sarundajang (Vasung), yang juga Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Sulut sekaligus Wakil Bupati Minahasa, menyampaikan rasa syukur atas terlaksananya kegiatan tersebut.

Menurut Vasung, kehadiran Megawati Soekarnoputri di Minahasa menjadi momen yang sangat dinantikan para kader PDI Perjuangan di Sulut.

"Kerinduan kader bertemu ibu Ketua Umum akhirnya bisa tercapai. Antusiasme sangat tinggi. Kami lihat pengurus dan kader yang hadir lebih dari 10 ribu. Sekali lagi terima kasih banyak kepada Ibunda Megawati Soekarnoputri," ucapnya.

Vasung juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan sehingga kegiatan dapat terlaksana dengan baik.

"Terima kasih untuk semua pihak yang sudah membantu dan memberi diri mendukung kegiatan. Pastinya tidak ada yang sempurna, tapi kami bersyukur semuanya baik-baik saja dan sukses," ungkapnya.

Konsolidasi di Tondano tersebut sekaligus menjadi ruang bagi PDI Perjuangan Sulut untuk memperkuat komunikasi internal, merapatkan barisan struktur partai hingga tingkat ranting, serta menegaskan kembali pentingnya kerja-kerja politik yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

Dari Tondano, semangat konsolidasi itu diharapkan menjadi energi baru bagi jajaran PDI Perjuangan Sulawesi Utara untuk semakin solid dan mampu menjaga soliditas organisasi serta menjalankan kerja-kerja politik di tengah rakyat.(ler)

Editor : Lerby Fabio Tamuntuan
PDI-P Sulut PDI Perjuangan Konsolidasi PDIP Megawati Soekarnoputri Olly Dondokambey