MANADOPOST.ID- Sidang Majelis Sinode Istimewa (SMSI) ke 82 Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM) telah selesai dalam penyertaan Tuhan. Bahkan telah menghasilkan Tata Gereja GMIM Tahun 2026 yang telah ditetapkan dalam penutupan persidangan dari Wilayah Manado Barat Daya (MBD), dipusatkan di Auditorium Prof Soemitro Djojohadikusumo Unsrat Manado, Sabtu (26/9) malam.
Ketukan Palu Sidang oleh Ketua BPMS Pdt Dr Adolf Wenas menegaskan SMSI ke 82 resmi ditutup, sekaligus penetapan berlakunya Tata Gereja GMIM tahun 2026.
Capaian luar biasa ini juga disyukuri Ketua Panitia Recky Langie. "Pertama puji Tuhan, kami panitia bisa menyelesaikan suatu ivent yang mulai bahkan bersejarah. Artinya melahirkan suatu Tata Gereja yang menetapkan struktur bahkan fondasi dari pelayanan GMIM kedepan," katanya semalam.
Lanjut Recky Langie, selama 3 hari persidangan, 2088 Anggota Majelis Sinode (AMS) telah melaksanakan perbaikan dan perubahan, bahkan penyempurnaan. "Roh kudus bekerja luar biasa sehingga ada gagasan-gagasan pemikiran yang sudah dituangkan dalam suatu produk Tata Gereja 2026," ungkapnya.
Recky percaya apa yang diputuskan dari Wilayah Pelayanan MBD ini, akan jadi Legacy Of Grace untuk seluruh warga gereja. "Saya percaya ini akan menjadi suatu Legacy Of Grace buat kita semua, bahkan ke anak cucu nanti. Jadi warisan kasih karunia ini, mari tetap kita jaga. Dan kita juga harus menjaga marwah GMIM kedepan," tegasnya.
"Saya percaya hasil kerja keras kita ini menyenangkan hati Tuhan. Dan kiranya Tuhan memberkati berbagai aspek pelayanan di berbagai tingkatan Sinode GMIM. Tuhan Yesus Memberkati Torang Samua," tambah Ricky Langie.(*)
Editor : Reza Abdilah