Karangetang Erupsi, Tim Rescue Disiagakan, Abu Vulkanik Hingga 700 Meter

Baladewa Setlight • Dipublikasikan Kamis, 29 Oktober 2026 | 12:25 WIB
WASPADA: Aktivitas vulkanik Gunung Karangetang terpantau sedang terjadi, menyusul erupsi yang menyemburkan kolom abu hingga sekitar 700 meter di atas puncak
WASPADA: Aktivitas vulkanik Gunung Karangetang terpantau sedang terjadi, menyusul erupsi yang menyemburkan kolom abu hingga sekitar 700 meter di atas puncak

MANADOPOST.ID — Aktivitas vulkanik Gunung Karangetang di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara, memicu kesiapsiagaan jajaran Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Sulawesi Utara (Sulut).

Menyusul erupsi yang menyemburkan kolom abu hingga sekitar 700 meter di atas puncak, tim penyelamat disiapkan untuk mengantisipasi kemungkinan keadaan darurat.

Gunung api yang berstatus Level II (Waspada) itu dilaporkan mengalami erupsi pada pukul 12.41 WITA, Rabu (28/10) kemarin. Kolom abu berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal teramati bergerak ke arah barat.

Kepala Basarnas Sulut George Mercy Randang mengatakan, informasi tersebut berdasarkan laporan Pos Pengamatan Gunung Api Karangetang. Selain semburan abu vulkanik, erupsi juga disertai guguran lava pijar yang meluncur ke sejumlah sektor.

“Erupsi kali ini juga disertai dengan guguran lava pijar yang meluncur ke sejumlah sektor, utamanya di bagian selatan, tenggara, barat, dan barat daya. Hingga laporan ini diturunkan, aktivitas erupsi dilaporkan masih terus berlangsung,” jelas George.

Merespons perkembangan tersebut, Basarnas Sulut segera mengintensifkan koordinasi dengan petugas Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melalui Pos Pengamatan Gunung Karangetang serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sitaro.

Sebagai langkah antisipatif, Basarnas menyiapkan tim rescue gabungan dari Kantor SAR Manado dan Pos SAR Tahuna. Tim tersebut direncanakan diberangkatkan menggunakan KM Barcelona menuju Pulau Siau untuk memperkuat kesiapsiagaan personel di wilayah terdampak.

Berdasarkan rencana awal, keberangkatan dijadwalkan pukul 18.00 WITA dengan tujuan Pelabuhan Ulu Siau. Waktu kedatangan perlu dikonfirmasi kembali sebelum berita diterbitkan karena terdapat ketidaksesuaian hari dan tanggal dalam informasi awal.

Operasi kesiapsiagaan ini turut melibatkan BPBD Sitaro, petugas Pos Pengamatan Gunung Karangetang, serta partisipasi masyarakat setempat. Sinergi lintas instansi dinilai penting untuk mendukung penyampaian informasi, mengantisipasi keadaan darurat, dan memastikan langkah penyelamatan dapat dilakukan sesuai perkembangan situasi.

Di tengah aktivitas vulkanik yang masih berlangsung, keselamatan warga di kawasan rawan bencana menjadi perhatian utama. Wakil Gubernur Sulut Dr Victor Mailangkay, diharapkan turut mengingatkan masyarakat agar tidak lengah menghadapi potensi bahaya erupsi.

"Jadi masyarakat kita minta tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, serta mematuhi rekomendasi resmi PVMBG dan arahan pemerintah daerah maupun petugas di lapangan," ujarnya.

Victor juga mengatakan bahwa, warga perlu menghindari kawah, jalur guguran lava, dan sektor yang dinyatakan berbahaya oleh otoritas berwenang. Informasi mengenai aktivitas gunung api hendaknya diperoleh melalui saluran resmi, bukan kabar yang belum terverifikasi.

"Kesiapsiagaan keluarga dan kepatuhan terhadap arahan petugas menjadi bagian penting dalam mengurangi risiko apabila aktivitas vulkanik meningkat. Apabila instruksi evakuasi dikeluarkan oleh pihak berwenang, masyarakat diharapkan segera mengikutinya demi keselamatan bersama," sebutnya.

Koordinasi antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, Basarnas, BPBD, PVMBG, dan unsur masyarakat juga perlu terus diperkuat. Kecepatan penyampaian informasi serta kesiapan personel dan sarana pendukung menjadi faktor penting dalam menghadapi kemungkinan keadaan darurat.

Gunung Karangetang memiliki dua puncak, yakni Puncak Selatan dengan ketinggian 1.827 meter di atas permukaan laut (mdpl) dan Puncak Utara setinggi 1.784 mdpl. Aktivitas gunung api tersebut menuntut kewaspadaan berkelanjutan, terutama bagi masyarakat yang berada di sekitar sektor luncuran lava dan jalur aliran material vulkanik.

Pemerintah dan instansi terkait diharapkan terus memantau perkembangan aktivitas gunung api serta menyampaikan informasi terbaru kepada masyarakat. Di tengah dinamika vulkanik Karangetang, kesiapsiagaan, koordinasi, dan kepatuhan terhadap rekomendasi keselamatan menjadi kunci untuk meminimalkan risiko bencana. (ewa)

Editor : Baladewa Setlight
Gunung Karangetang Sulut erupsi Vulkanik Sitaro