Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Masalah Ini Bikin Petugas PK21 Bitung Pusing di Lapangan, Capaian Baru 63 Persen

Chanly Mumu (UKW: 17401) • Jumat, 4 Juni 2021 | 17:33 WIB
Franky Soriton
Franky Soriton
MANADOPOST.ID – Kendati pelaksanaan Pendataan Keluarga Tahun 2021 (PK21) di Kota Bitung terus dikebut, tetapi sejumlah kendala kerap ditemui petugas lapangan. Seperti yang dikeluhkan petugas PK21 di Kecamatan Ranowulu yang meminta namanya tidak disebut. Menurutnya, masalah paling mendasar adalah jaringan internet. “Koneksi internet yang kerap menjadi kendala kami di lapangan, ketika mengirim data ke pusat, sering gagal. Jadi harus dicoba berulang kali. Begitu juga dengan kondisi pandemi saat ini, ada masyarakat seperti enggan untuk ditemui petugas,” kata sumber, Jumat (4/6). Sementara itu, Kepala BKKBN Kota Bitung dr Franky Soriton ketika dikonfirmasi, membenarkan adanya sejumlah kendala petugas di lapangan. Diakuinya, hampir semua petugas lapangan di Kota Bitung, menemui kendala jaringan internet. “Selain jaringan internet, kendala lainnya yang dijumpai adalah pada server di pusat hanya satu, yang melayani seluruh Indonesia. Mengirim data di server ini yang sulit,” jelasnya. Lanjutnya, kegiatan pengumpulan data-data terkait pembangunan keluarga, kependudukan, keluarga berencana dan anggota keluarga ini, sudah dari 2020 tetapi karena pandemi, dilanjutkan pada 2021. “Memang, pandemi Covid-19 juga menjadi salah satu kendala dalam pendataan di lapangan. Tetapi bersyukur, Covid-19 di Kota Bitung mulai menurun sehingga, pendataan langsung di rumah masyarakat boleh terlaksana dengan menerapkan protokol kesehatan ketat,” ulas Soriton. Kembali ke soal jaringan, untuk Kota Bitung dijelaskan Soriton, khusus Kecamatan Lembeh Utara dan Lembeh Selatan, pendataannya masih manual. Sedangkan untuk enam kecamatan lainnya, menggunakan smartphone melalui aplikasi PK21. “Khusus dua kecamatan di Pulau Lembeh, karena keterbatasan jaringan internet, dari hasil monitoring dari tim pusat, pendataannya manual. Setelah data terkumpul, baru diinput dalam aplikasi. Sedangkan enam kecamatan lain, ada beberapa wilayah yang jaringan tidak memadai sehingga menjadi kendala,” tambah mantan Kadis Kesehatan Kota Bitung ini. Kendati demikian, pihaknya optimis bisa maksimal sampai batas waktu pendataan yang diperpanjang sampai 18 Juni 2021. “Posisi saat untuk Kota Bitung sudah 63 persen. Ini akan dimaksimalkan sampai batas waktu yang telah ditentukan,” paparnya seraya mengimbau 272 petugas pendata di Kota Bitung, tetap semangat dan jaga kesehatan termasuk jangan mengabaikan protokol kesehatan dalam menjalankan tugas. “Jika menemui kendala di lapangan, segera dikoordinasikan dengan BKKBN Kota Bitung,” imbuh Soriton. (franky/chanly) Editor : Chanly Mumu (UKW: 17401)
#Pendataan Keluarga Tahun 2021 #Kecamatan Ranowulu #PK21 #Kota Bitung