Kisruh Pengangkatan Pala dan RT di Bitung, Pemkot Buka Ruang Sanggah
Don Papuling• Kamis, 10 Juni 2021 | 20:41 WIB
Albert SergiusMANADOPOST.ID - Kisruh pengangkatan Pala dan RT di Bitung, Provinsi Sulawesi Utara, kian memanas. Pasalnya pengangkatan Pala dan RT yang dilakukan menuai kecaman dan protes dari sejumlah masyarakat karena alasan politik. Netizen pun terus mengkritik pengangkatan Pala dan RT di Bitung tersebut. Menanggapi hal itu, Pemkot Bitung langsung bereaksi cepat dengan membuka ruang kepada masyarakat untuk mengajukan sanggahan terkait pengangkatan Kepala Lingkungan (Pala) dan Rukun Tetangga (RT). Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Pemkot Bitung, Albert Sergius Pelenkahu mengatakan, ruang sanggahan itu dibuka seluas-luasnya bagi publik yang merasa tidak setuju dengan sosok Pala atau RT yang ditempatkan di wilayahnya. "Ruang sanggahan ini dibuka sesuai arahan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bitung, Maurits Mantiri dan Hengky Honandar agar tiap camat serta lurah mendengar aspirasi warga terkait pengangkatan Pala dan RT," kata Abe sapaan akrabnya Arahan itu lanjutnya, sebagai bentuk bahwa Pemerintahan Maurits-Hengky sangat terbuka dan transparan terhadap masukan dan saran dari masyarakat. Sehingga masyarakat diminta untuk menggunakan sarana ruang sanggahan untuk menguji apakah oknum Pala dan RT yang baru-baru ini diangkat benar-benar berkompeten serta sesuai harapan. "Silakan ajukan sanggahan ke camat serta alasan jelas kenapa oknum Pala dan RT yang baru-baru ini diangkat dinilai tidak layak serta bukti-bukti pendukung," katanya. Surat sanggahan itu nantinya bakal dijadikan acuan untuk mempertimbangkan oknum Pala dan RT yang dinilai kurang tepat dan diharapkan masyarakat pro aktif memberikan sanggahan agar tidak ada polemik. Juga kata dia, lewat ruang sanggah pengangkatan Pala dan RT mengajarkan masyarakat bagaimana menyampaikan saran serta bukti nyata keterlibatan dalam roda pemerintahan. "Mari saling membuka diri demi Kota Bitung lebih baik kedepan dengan langkah keterbukaan pemerintah," katanya. Sementara, terpantau di media sosial, sejak Rabu (9/6) kemarin hingga Kamis (10/6) warganet Bitung terus memprotes pengangkatan Pala dan RT yang dinilai tidak sesuai janji kampanye.(Don) Editor : Don Papuling