Kepala Puskesmas Girian Weru dr Lanny Mamahit bersama jajaran Polres Bitung, saat membagikan masker kepada pedagang di Pasar Girian. (Istimewa)MANADOPOST.ID – Kecamatan Girian hingga kini masih berstatus wilayah zona merah di Kota Bitung, jika mengacu dari data terbaru dari Dinas Kesehatan Kota Bitung, per tanggal 5 Juli 2021 pukul 22.30 Wita. Dari data tersebut, sesuai zonasi kecamatan, Girian dilabel warna merah karena ada kasus aktif lebih dari 10. Tercatat, ada 19 kasus aktif akumulasi dari Kelurahan Girian Permai enam kasus, Girian Weru II lima kasus, Girian Indah tujuh kasus dan Kelurahan Girian Atas satu kasus. Photo Malahan, hanya selang dua hari saja, ada ketambahan satu kasus di Kecamatan Girian. Di mana data Dinas Kesehatan Kota Bitung per tanggal 3 Juli 2021 pukul 23.00 Wita, hanya ada 18 kasus. Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Bitung de Pitter Lumingkewas membenarkan data tersebut. "Kecamatan Girian ada 19 kasus. Kalau zonasi kecamatan, jika lebih dari 10 kasus, dikategorikan zona merah," ujar Lumingkewas, Rabu (7/7). Terpisah, Kepala Puskesmas Girian Weru dr Lanny Mamahit, saat dikonfirmasi membenarkan jika Kecamatan Girian dikategorikan zona merah dari seluruh kecamatan di Kota Bitung. "Memang benar bahwa Girian dikategorikan sebagai zona merah, karena adanya kasus lebih dari 10 orang yang terkonfirmasi positif," jelas dr Lanny. Adapun upaya yang sudah dilakukan menurutnya, yaitu semakin giat melakukan promosi kesehatan lewat penyuluhan bagi masyarakat, untuk tetap mematuhi protokol kesehatan (prokes) dan berkoordinasi dengan pihak kecamatan dan kelurahan. "Bahkan sebelum angka kasus meningkat, kami bekerja sama dengan Polres Bitung, untuk turun ke pasar sambil penyuluhan tentang prokes, cara memakai masker yang benar dan membagi-bagikan masker bagi para pedagang," tambahnya. Sedangkan untuk penanganan pasien yang terkonfirmasi positif, Puskesmas Girian Weru melakukan pemeriksaan swab bagi kontak erat, melakukan desinfeksi/penyemprotan pada rumah penderita dan sekitarnya. "Dan memberikan vitamin serta memantau keadaan pasien lewat telepon. Apabila ada keluhan kami bahkan mengunjungi rumah mereka," ulasnya. Tak hanya itu, pihaknya juga bekerja sama dengan Dinas Perdagangan, kecamatan, kelurahan untuk melakukan pemeriksaan screening dan vaksinasi gratis di Pasar Girian sambil melakukan penyuluhan tentang bahaya Covid-19 dan prokes. "Selain itu, pelaksanaan vaksinasi juga dikebut, sebagai langkah penanggulangan Covid-19," pungkas dr Lanny. (tr-01/can) Editor : Chanly Mumu (UKW: 17401)