Darma BagindaMANADOPOST.ID - Alasan pemindahan lokasi pembangunan RSUD Bitung yang dilakukan Dinas Kesehatan, menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat. Pasalnya warga menilai, alasan pemindahan lokasi RSUD Bitung tersebut tak masuk akal dan terlalu mengada-ngada. Hal ini diungkapkan pemerhati, Darma Baginda. Saat diwawancarai, Baginda mengatakan, alasan dari Plt Kepala Dinas Kesehatan dr Piter Lumingkewas terkait pemindahan lokasi RSUD Bitung dari Pinokalan ke Colombo, terkesan sangat dipaksakan. "Sebab jika melihat dari pemberitaan sebelumnya Kadis mengatakan pemindahan lokasi pembangunan RSUD Bitung, karena terlalu dekat dengan RSUD Manembo-nembo," terang dia. Sementara lanjutnya untuk lokasi di Colombo bahkan dekat dengan dua rumah sakit, yakni RS Budi Mulia dan RS TNI AL. Sehingga tambah Baginda, ini alasan yang terlalu mengada-ngada. "Selain itu, jika Kadis mengatakan melihat kepadatan penduduk jelas lebih padat di wilayah Barat, Kota Bitung. Karena saat ini sudah banyak masyarakat yang berpindah ke perumahan-perumahan, baik itu di Manembo-nembo, Sagerat dan sekitarnya, apalagi setelah terkena pembebasan lahan tol," ujar Baginda. Sehingga menurutnya, penjelasan dari Kadis Kesehatan, dr Piter Lumingkewas terkait pemindahan lokasi pembangunan RSUD Bitung, jelas sangat janggal dan memunculkan kecurigaan. Sebelumnya Plt Kepala Dinas Kesehatan Bitung Piter Lumingkewas mengatakan, pemindahan lokasi pembangunan rumah sakit sudah melalui kajian yang matang. “Sepengetahuan kita ini antara lain, ada diskusi menyangkut rencana pembangunan RS, di mana kita sebagai salah seorang administrator kesehatan mengusulkan pemindahan lokasi pembangunan RS tersebut,” ujar Lumingkewas. Dengan pertimbangan, menurutnya, kalau dibangun di Pinokalan, sudah sangat berdekatan dengan RSUD Manembo-nembo dan tidak efisien membangun rumah sakit daerah, yang lokasinya sangat berdekatan dengan rumah sakit yang sudah ada. “Karena rata-rata tujuan pendirian fasilitas layanan publik pemerintah seperti RS, adalah untuk mendekatkan akses layanan kesehatan kepada masyarakat. Sudah adanya RS daerah di wilayah barat Kota Bitung, sehingga sebaiknya dicari lokasi di daerah timur Kota Bitung, sehingga masyarakat daerah itu lebih dekat dengan fasilitas kesehatan, sesuai salah satu prinsip kepemimpinan saat ini yaitu keadilan, akses layanan yang tercapai,” urainya. Lanjutnya lagi, pemindahan lokasi pembangunan RS tersebut, agar akses layanan kesehatan itu bisa cepat dirasakan masyarakat. Apalagi menurut Lumingkewas, pertimbangan lainnya juga, dikarenakan lokasi milik Pemkot di Pinokalan, berdampingan dengan lahan pekuburan. “Maka hendaknya mencari lokasi yang dekat dengan lokasi pemukiman, karena banyak pembangunan fasilitas kesehatan baru itu jauh dari pemukiman, sehingga tujuan mendekatkan akses layanan ke masyarakat lama baru terwujud,” tandasnya. Diketahui meski saat ini proses lelang pembangunan RSUD Bitung sementara berjalan, namun hingga sekarang status lahan baru RSUD Belum jelas. Informasi yang dihimpun Manado Post, meski tidak tertata dalam APBD induk 2021, namun Dinkes akan menambah anggaran pengadaan lahan sebesar Rp 3 miliar pada APBD perubahan. Padahal saat ini tengah refocusing anggaran dalam menanggulangi pandemi Covid-19. (don/can) Editor : Chanly Mumu (UKW: 17401)