Pelajar di Kelurahan Pasir Panjang, Kecamatan Lembeh Utara, mencari signal di lokasi perkebunan.(Istimewa)MANADOPOST.ID – Pembelajaran dalam jaringan (daring) menyusul pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) justru masalah bagi pelajar di Kelurahan Pasir Panjang, Kecamatan Lembeh Selatan, Kota Bitung. Pasalnya, pelajar di kelurahan tersebut, mesti mencari lokasi ketinggian untuk mendapatkan akses internet meskipun di lokasi perkebunan. Kondisi ini mencuat melalui postingan akun J Nalang Kailara di media sosial Facebook. Dalam postingannya itu, meminta kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Bitung untuk melihat keberadaan pelajar di Kelurahan Pasir Panjang. "Mominta tolong pa torang pemeritah kota bitung.. lia akang kasiang torang pe anak anak sekola.. SMP SMA.. Mo blajar daring kurang jga pigi di lokasi ada jaringan... Apalagi Adanya PPKM.. mau tak mau mereka harus kumpul kumpul karena ada juga sebagian anak tidak punya hp. Kami sangat mengharapkan sesuai dngan program pemerita untuk pengadaan Wifi tolong lah kami lebih kusus keluran yang tidak punya jaringan internet.. termasuk kelurahan pasirpanjang," tulisnya. Kondisi ini ditanggapi serius Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bitung Julius Ondang. Saat dikonfirmasi, Ondang menjelaskan, kondisi tersebut, masih lebih mendingan. Karena ternyata masih ada wilayah yang lebih memprihatinkan. "Di Kelurahan Pasir Panjang ini, masih tergolong memungkinkan karena di pinggir jalan. Tapi ada siswa SMP SATAP 15 belajar di hutan," jelas Ondang, akhir pekan lalu. Tapi, lanjut Plt Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Pemkot Bitung, pemerintah tidak tutup mata dengan persoalan tersebut. "Tapi Pemkot tidak tutup mata, terus berjuang untuk program 1000 titik wifi, yang sudah dipasang secara bertahap," pungkas Ondang. (tr-01/can) Editor : Chanly Mumu (UKW: 17401)