Sunny RumawungMANADOPOST.ID – Sejumlah sekolah di Kota Bitungmulai dari SD, SMP hingga SMA sudah ancang-ancang melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas, per 1 September 2021. Rencana PTM terbatas ini disambut positif garda terdepan Covid-19, dr Sunny Rumawung. Hanya saja menurutnya, rencana PTM terbatas di tengah pandemi harus dikaji baik-baik. Hal ini dikarenakan, penularan dan pertambahan kasus positif di Kota Bitung masih terjadi. "Rencana PTM terbatas ini wajib melalui kajian yang matang, karena ingat, Covid-19 masih ada di Kota Bitung. Sampai saat ini hampir tiap hari ada kasus baru yang ditemukan, walaupun persentasenya mulai berkurang," kata Rumawung, Minggu (29/8). Jadi intinya, menurut Rumawung, perlu ada persiapan yang matang sehingga proses belajar mengajar berjalan lancar. "Jadi harus ada persiapan yang matang dari pihak sekolah, orang tua, murid dan Satgas, agar tidak timbul penularan atau klaster baru pada saat pembelajaran tatap muka tersebut," sarannya. Dia juga menyorot soal pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) bagi pelaku usaha masih dibatasi sampai pukul 08.00 malam. "Jangan sampai terkesan penularan covid-19 hanya terjadi pada malam hari sehingga kegiatan masyarakat dibatasi. Tapi siang hari kegiatan masyarakat sudah seperti biasa. Padahal kita tahu bersama, Covid-19 bisa kena siapa saja, kapan saja dan di mana saja," tambahnya seraya meminta para pemangku kepentingan, untuk bertindak adil dalam PPKM. Jika sekolah dibuka, maka kegiatan-kegiatan malam hari harus diperpanjang juga. Minimal sampai pukul 10.00 malam. (tr-01/can) Editor : Chanly Mumu (UKW: 17401)