KM Tatamailau saat sandar di Pelabuhan Bitung. (FRANKY SUMARAW) MANADOPOST.ID – Menyusul dioperasikannya tempat isolasi terapung (isoter) KM Tatamailau otomatis menghasilkan limbah medis dan sampah. Pengelolaan limbah medis dan sampah dari KM Tatamailau ini menuai sorotan dari masyarakat di Pulau Lembeh. Noldy Pangasih meminta instansi terkait agar memperhatikan secara komprehensif soal pengelolaan limbah medis dan sampah dari KM Tatamailau. "Ini harus dikelola dengan baik, jangan sampai mencemari perairan Selat Lembeh," ujarnya, Selasa (31/8). Lanjutnya, bentuk peringatan itu, dilayangkannya jangan sampai ada permasalahan baru di kemudian hari. "Pastinya, sesuai dengan harapan bersama jangan sampai ditemukan ada limbah atau sampah medis di perairan Selat Lembeh. Kami sangat menunjang adanya KM Tatamailau, sebagai tempat isoter tetapi harus menjadi perhatian bersama soal kelestarian ekosistem laut," harapnya. Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bitung Sadat Minabari SIK MSi ketika dikonfirmasi, menjamin soal pengelolaan limbah medis dan sampah dari KM Tatamailau. "Masyarakat Bitung, khususnya di Pulau Lembeh jangan khawatir karena pengelolaan limbah medis dan sampah KM Tatamailau dikelolah dengan baik," kata Minabari. Dijelaskannya, untuk pengelolaan limbah medis, langsung ditangani Dinas Kesehatan Kota Bitung menggunakan insinerator. "Sedangkan untuk sampah domestik, diangkut oleh petugas DLH, langsung dibawa ke tempat pembuangan akhir (TPA) Aertembaga dengan perlakuan khusus, yaitu ditimbun," kuncinya. (tr-01/can) Editor : Chanly Mumu (UKW: 17401)