Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Rusak Aset Negara, Ketua Partai Ummat Bitung Malah Tebar Ancaman

Chanly Mumu (UKW: 17401) • Kamis, 9 September 2021 | 18:34 WIB
Oknum Ketua Partai Ummat saat diamankan warga usai kecelakaan, Senin (6/9).
Oknum Ketua Partai Ummat saat diamankan warga usai kecelakaan, Senin (6/9).
MANADOPOST.ID - Kecelakaan mobil dinas milik Pemkot yang dikendarai oknum Ketua Partai Ummat Bitung, Arham Licin, pada Senin (6/9) berbuntut panjang. Pasalnya, seharusnya pimpinan partai tidak boleh menggunakan aset pemerintah yang dibiayai APBD untuk kepentingan pribadi atau pun partai. Termasuk perusakan aset pemerintah oleh bukan yang berkepentingan harusnya pidana dan diproses hukum. Pemerhati dr Sunny Rumawung, salah satu yang menyoroti kasus tersebut. Dalam keterangannya, Rumawung mendesak polisi melakukan penyelidikan terkait kecelakaan yang merusak aset Pemkot tersebut.
Photo
Photo
Mobil dinas yang dibawah Ketua Partai Ummat hingga kecelakaan pada Senin (6/9) yang saat ini ditahan Polres Bitung. "Karena selain merusak aset negara, oknum ketua partai tersebut disinyalir juga membawa-bawa nama pejabat tinggi di Kota Bitung," ujarnya, Kamis (9/9/2021). Untuk itu, Rumawung menegaskan, insiden tersebut perlu diselidiki hingga tuntas. Sebab pembelian dan perawatan aset daerah menggunakan uang rakyat. Jadi jelas rakyat dirugikan atas kerusakan mobil dinas tersebut. "Karena dengan adanya tindakan tegas dari aparat penegak hukum maka dengan sendirinya akan timbul efek jera bagi siapa saja yang menggunakan aset daerah di luar kepentingan negara," tegas dia. Rumawung juga mengatakan, insiden tersebut semoga menjadi pembelajaran terkait penggunaan aset negara atau daerah. "Kalau sekarang ada isu-isu yang digiring bahwa oknum Ketua Partai Ummat memiliki riwayat penyakit jelas itu harus dibuktikan secara medis dan dilakukan pemeriksaan. Jangan jadi hanya alasan untuk menghindari proses hukum," tandasnya. Terpisah, Sekretaris BPKAD Bitung Riano Senduk saat dimintai keterangan mengatakan, sudah mendengar adanya kecelakaan mobil dinas yang dipinjam pakai Kementerian Agama (Kemenag) Bitung. "Tentu sebagai pemakai aset, jelas segala biaya perawatan kendaraan dinas tersebut ditanggung pengguna termasuk jika terjadi insiden," singkatnya. Sementara Kepala Kantor Kemenag Bitung Rogaya Udin saat dikonfirmasi mengatakan, pihaknya sudah bertanggung jawab atas insiden kecelakaan itu. "Kita sudah urus mobilnya dan sekarang telah dikeluarkan dari Polres Bitung untuk dilakukan perbaikan," ujarnya. Pada kesempatan itu, Rogaya juga menuturkan polemik mobil dinas tersebut sudah beres sehingga tak perlu diperpanjang. "Apalagi kita juga sudah mengetahui kalau Arham sedang sakit, sehingga harap maklum," tandasnya. Sebelumnya, pengakuan Fadila Baziad, istri Ketua Partai Ummat Bitung kepada Manado Post, membantah tegas pemberitaan di salah satu media online yang menyatakan suaminya Arham Licin memiliki riwayat penyakit sebelum kecelakaan. Ia mengatakan, isu suaminya sakit merupakan upaya penggiringan opini karena Arham petinggi partai yang gencar melakukan sosialisasi. "Karena semakin baik posisi seseorang tentu banyak juga yang mencari-cari kesalahan," ucapnya. Pada kesempatan itu, Fadila juga mengaku yakin suaminya sehat sebelum kecelakaan. Sebab sudah dilakukan pemeriksaan kesehatan dan Arham baik-baik saja. Upaya Pembelaan Diri dan Pengancaman Menariknya, media online milik Arham Licin mengeluarkan berita serampangan yang terkesan sebagai upaya pembelaan diri. Dalam pemberitaan media itu mengangkat sumber Fadila Baziad, istri Arham Licin, yang mengkritik pemberitaan Manado Post dengan alasan melanggar kode etik dan UU Pers. Termasuk Fadila mengaku diintimidasi saat proses konfirmasi. Padahal wartawan media ini memiliki rekaman yang membuktikan dengan jelas tidak ada sama sekali upaya intimidasi saat berkunjung. Bahkan diterima dan berkomunikasi baik saat wawancara. Hal menarik lainnya, Arham Licin tiba-tiba mengirimkan voice note bernada ancaman kepada wartawan media ini, Kamis (9/9), dini hari. Dalam rekaman 26 detik itu, Arham menanyakan apa yang akan dicari tahu wartawan untuk pemberitaan. "Kiapa ini Don kiapa? Apa yang ngana mo cari tau so? Ngana dengar bae-bae! Ngana dengar bae-bae pa kita! Nanti torang mo baku ta par. Jadi ator memang ngana pe apa. Ngana pe jagoan di wartawan to? Nanti torang mo baku dapa!” tegasnya dengan nada mengancam. Arham Licin sendiri ketika berusaha dikonfirmasi terkait pemberitaan ini terkesan mengelak. Ketika ditelepon melalui nomor 085256905*** sempat diangkat istrinya namun saat mengatakan wartawan langsung ditutup. (don/can) Editor : Chanly Mumu (UKW: 17401)
#Sunny Rumawung #Kota Bitung #Arham Licin #Partai Ummat Bitung