Sepanjang Tahun 2021, 51.400 Ton Batu Bara Masuk di Bitung
Kenjiro Tanos• Rabu, 12 Januari 2022 | 19:53 WIB
Pelabuhan Samudera Bitung, menjadi tempat masuk batu bara. (Istimewa)MANADOPOST.ID – Guna memenuhi kebutuhan industri, para pengusaha di Kota Bitung masih memilih sumber energi batu bara untuk operasional usahanya. Dari informasi yang berhasil dirangkum Manado Post, kebutuhan batu bara di salah satu kota industri di kawasan Indonesia Timur ini mencapai puluhan ribu ton per tahunnya. Tercatat dalam data di PT Pelindo Bitung, jumlah batu bara yang masuk ke ke Kota Bitung pada tahun 2021 sebanyak 51.400 ton. "Batu bara yang masuk ke Bitung melalui Pelabuhan Samudera. Sesuai data pada tahun 2021 ada 51.400 ton/m3," jelas GM PT Pelindo Bitung Ramdan Affan Kiaidemak. Dari hitung-hitungan, berat total batu bara yang masuk melalui Pelabuhan Samudera Bitung, 51,4 juta kg, dengan volume 51.400 m3. Banyaknya batu bara ini, jika ditampung di atas tanah 100 x 100 meter persegi, ketebalannya mencapai 5.14 meter. Sementara, dilansir dari CNN Indonesia, menurut Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional, Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Haryadi B Sukamdani, setiap 5 persen dari total pengolahan batu bara merupakan limbah. Jika perhitungan 5 persen dari total pengolahan 51.400 ton batu bara yang masuk ke Bitung selang 2021, menghasilkan limbah sebanyak 2.570 ton. Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bitung Sadat Minabari, saat dikonfirmasi berapa banyak limbah yang dihasilkan dari penggunaan batu bara, mengatakan relatif. "Itu relatif, tergantung jenis batu baranya, cara pembakaran dan ketinggian suhu. Dengan demikian bisa menghasilkan limbah batu bara dengan volume berbeda," jelas Minabari. (franky) Editor : Kenjiro Tanos