Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Dynasty Group 'Kuasai' Proyek RS Pratama, Rekan Pertama dan Kedua Diduga Terafiliasi

Kenjiro Tanos • Kamis, 27 Oktober 2022 | 15:08 WIB
RS Pratama Bitung akan dikembangkan dengan dana PEN senilai Rp150 miliar. (Franky/MP)
RS Pratama Bitung akan dikembangkan dengan dana PEN senilai Rp150 miliar. (Franky/MP)
MANADOPOST.ID - Dynasty Group, salah satu gabungan kontraktor besar di Sulawesi Utara (Sulut), diduga menguasai proyek rumah sakit (RS) Pratama Bitung, yang diketahui menelan anggaran fantastis. Pasalnya, pembangunan RS Pratama yang pertama, dengan sumber dana alokasi khusus (DAK) sebesar Rp26 miliar tahun 2021 dikerjakan oleh PT Karunia Jaya Sejati. Sementara, untuk pengembangan RS Pratama Bitung tahun 2022 ini senilai Rp150 miliar sumber dana pemulihan ekonomi nasional (PEN), dikerjakan oleh PT Jaya Semanggi Enjeniring dengan PT Dayana Cipta selaku perusahaan yang bekerja sama melalui kerja sama operasi (KSO). Kuat dugaan, PT Karunia Jaya Sejati dan PT Dayana Cipta terafiliasi dengan Dynasty Group. Melalui jejak digital, terinformasi PT Karunia Jaya Sejati adalah Dinasty Group, sama dengan PT Dayana Cipta. Lokasi perusahaan juga berdasarkan penelusuran Google Map, hanya di seputaran Jalan Pingkan Matindas Manado. Bahkan, PT Dayana Cipta satu kawasan dengan PT Anugerah Dynasty Sakti. Terafiliasinya kedua perusahaan yang mengerjakan proyek RS Pratama pertama dan kedua, turut dibenarkan salah satu staf pegawai di Pemerintah Kota (Pemkot) Bitung. "Ya benar, yang mengerjakan RS Pratama pertama, adalah kontraktor yang sama dengan proyek pengembangan RS Pratama sekarang," ujar sumber resmi, baru-baru ini. Tak hanya itu, untuk pengembangan RS Pratama Bitung yang kedua, dikerjakan dan diawasi oleh orang-orang Dynasty Group. "Proyek pertama dan kedua ini adalah orang-orang yang sama," tambahnya. Salah satu personel Dynasty Group yang bersua dengan Manado Post pekan lalu, mengakui jika Dynasty yang mengerjakan proyek sebelumnya, dan lanjutan pengembangan RS Pratama. "Proyek pertama dan kedua ini dikerjakan oleh Dynasty Group," singkat sumber berisial AS. Hal ini menjadi tanda tanya dari Ketua Projo Kota Bitung Tennie Wior, kenapa Dynasty Group menguasai proyek-proyek besar di Kota Bitung? "Wow Dynasty Group ini hebat. Karena informasi yang kami himpun, tak hanya proyek rumah sakit, tetapi proyek besar di Kota Bitung lainnya dikuasai oleh Dynasty Group," ulasnya, Rabu (26/10). Wior kemudian mengakui kelihaian dari Dynasty Group karena bisa menembus Unit Layanan Pengadaan (ULP) di Kota Bitung. "Itulah kehebatan mereka dalam menjebol ULP. Namun, terkait dengan pekerjaan pengembangan RS Pratama ini, menjadi atensi kami karena, proyek pembangunan RS Pratama sebelumnya mengalami keterlambatan pekerjaan, yang harusnya selesai Desember 2021, baru selesai dikerjakan pada Maret 2022. Dalam penyelesaian proyek sebelumnya juga sempat menjadi temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan ada sanksi TGR atas proyek tersebut. Karena ditangani oleh perusahaan sama yang hanya ganti kulit, jangan sampai terjadi seperti sebelumnya bahkan lebih parah. Kami akan kawal, ini menyangkut asas manfaat, jangan terlambat dan harus berkualitas karena merupakan sarana umum khusus kesehatan," kuncinya tegas. Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa pada Setda Kota Bitung Jhon Simarmata ketika dikonfirmasi menjelaskan, pihak Unit Kerja Pengadaan Barang/Jasa (UKPBJ) tidak tahu dan tidak punya data dalam Sistem Pengadaan Secara Elektronik (SPSE terkait soal group atau konsorsium. "Demikian juga terkait monopoli atau persekongkolan, pihak UKPBJ tidak melihat hal tersebut. Dalam proses tender hanya ada dua calon yang berminat dan ikut memasukkan penawaran, bisa dilihat di portal LPSE, dimana mereka adalah perusahaan yang berbeda alamat, perseroannya, pemiliknya dan lain-lain. Silahkan dicek. Itulah hasil pengkajian dari ULP Bitung," jelas Simarmata. (franky sumaraw) Editor : Kenjiro Tanos
#Berita Bitung #RS Pratama Bitung #Dynasty Group