Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Kasus KMP Tude 14 Orang Diperiksa Serentak, Termasuk Dirtek Perumda Bangun Bitung

Tanya Rompas • Sabtu, 6 Mei 2023 | 06:47 WIB
Kanit Tipidkor Polres Bitung IPDA Hevry Samson SH (tengah) menghadirkan 14 orang saksi dalam pemeriksaan.(Dok Istimewa)
Kanit Tipidkor Polres Bitung IPDA Hevry Samson SH (tengah) menghadirkan 14 orang saksi dalam pemeriksaan.(Dok Istimewa)
MANADOPOST.ID– Sebanyak 14 orang saksi dugaan tindak perkara korupsi pada pekerjaan docking spesial KMP Tude tahun 2021, diperiksa secara serentak di ruang Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipidkor) Polres Bitung, Jumat (5/5). Penyidik dalam hal ini Kanit Tipidkor IPDA Hevry Samson SH menjelaskan, 14 orang saksi yang dihadirkan dalam pemeriksaan tersebut, tiga orang dari PT Dok Kelapa Dua Permai, tiga Dewan Pengawas (Dewas) Perumda Bangun Bitung (BB), dua staf keuangan Perumda BB, satu mantan Kabag Keuangan Perumda BB, satu staf pengawas pekerjaan docking, satu staf Perumda BB yang namanya dimasukan sebagai anggota pelelangan. "Saudara Irwan Taidi yang mengerjakan pekerjaan overhaul KMP Tude, Vievky Tololiu CV Crisanvie, Mourits Bawekes. Dan Yohan Mangempis selaku Dirtek Perumda Bangun Bitung," jelas Kanit. Menurutnya, pemeriksaan pendalaman keterangan dilakukan untuk mencocokan dengan dokumen bukti terkait, guna dapat membuat terang peristiwa pidana yang terjadi. Dalam pemeriksaan tersebut juga disinggung tentang dokumen kontrak yang berubah-ubah, yang tentunya tidak melalui tender sesuai ketentuan. Bahkan juga, temuan koreksi Dewas Perumda BB Rp1 miliar, serta adanya penekanan akan dilakukan pemeriksaan terhadap setiap item pekerjaan, baik itu pekerjaan docking maupun pekerjaan overhaul. "Demikian juga dengan pekerjaan overhaul KMP Tude yang dikerjakan oleh Irwan Taidi belum dibayarkan Rp122 juta, sedangkan realisasi pembayaran ke pekerjaan overhaul ada di tahun 2021 sejumlah Rp450 juta dan di tahun 2022 sejumah Rp232 juta. Kasihan kan saudara Irwan Taidi (CV Karya Pratama), orang yang mengerjakan pekerjaan overhaul main engine KMP Tude, sehingga kapal tersebut bisa beroperasi namun belum diselesaikan jasa pekerjaannya," katanya. Lanjut Kanit mengatakan, penekanan juga kepada Dirtek Perumda BB untuk mempersiapkan semua bukti pendukung terkait dengan pekerjaan docking yang disediakan dari owner, demikian juga dengan pekerjaan overhaul. Juga dimintakan untuk menyiapkan data bukti pendukungnya. "Pembelian sparepart, dibeli di mana, berapa nilainya, kita mintakan semuanya untuk disiapkan sehingga ketika akan dilakukan pemeriksaan sudah ada. Dalam pemeriksaan secara keseluruhan terhadap pihak-pihak direncanakan untuk pemeriksaan fisik pekerjaan overhaul KMP Tude Minggu depan oleh penyidik bersama-sama dengan Dirtek, Dewas, pengawas pekerjaan dan Irwan Taidi," tandasnya. Kanit juga menyampaikan, bahwa Unit Tipikor Polres Bitung serius dalam penyelidikan perkara ini, dengan tujuan agar dapat membuktikan adanya penyimpangan yang terjadi dan siapa subyek hukum yang bertanggung jawab. Pada kesempatan tersebut, Kanit Tipidkor juga menyampaikan terkait dengan adanya saling curiga di lingkungan Perumda BB, terkait dengan siapa yang melaporkan masalah tersebut, sehingga Unit Tipidkor Polres Bitung dapat menggungkap perkara ini. "Saling curiga dan menuduh kalau yang lapor kabag keuangan, pengawas pekerjaan, Dewas, bahkan ada juga yang menyebutkan nama mantan direksi periode sebelumnya memberikan informasi ke Tipidkor Polres Bitung. Saya jelaskan dalam pemeriksaan tersebut yang juga dihadiri Dirtek, bahwa pengungkapan adanya indikasi tindak pidana korupsi pada pekerjaan docking spesial KMP Tude di tahun 2021 yang menggunakan dana penyertaan modal dan pendapatan Perumda Bangun Bitung, merupakan murni hasil pengumpulan baket oleh Kanit Tipidkor. Saya melihat saat itu ada demo yang dilakukan oleh karyawan, insting polisi lihat ini ada masalah di Perumda Bangun Bitung. Puji Tuhan dapat baket tentang docking spesial KMP Tude, yang selanjutnya dibuat produk dilaporkan ke pimpinan untuk penyelidikan. Puji Tuhan, disaat pemeriksaan terhadap pihak-pihak ditemukan banyak dugaan penyimpangan yang berindikasi adanya kerugian keuangan negara. Mohon doa masyarakat untuk kami dapat menyelesaikan perkara ini secepatnya," imbuh Kanit.(tr-01) Editor : Tanya Rompas
#Docking Spesial KMP Tude #Perumda Bangun Bitung