Istimewanya, kegiatan akan diikuti oleh perwakilan dari 10 negara di Asia. Tak hanya itu, ada juga lomba matematika dengan metode Gampang Asik dan Menyenangkan (GASING), yang diikuti oleh perwakilan dari kabupaten dan kota di Indonesia. Acara prestisius ini, akan dipusatkan di SMP Negeri 2 Kota Bitung.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bitung, Fonny Tumundo SPd MPd, menyatakan antusiasmenya terhadap perhelatan akbar ini. "Kami merasa sangat terhormat menjadi tuan rumah untuk acara sebesar ini. Olimpiade ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana untuk bertukar pengetahuan dan meningkatkan kolaborasi antara negara-negara di Asia dalam bidang ilmu pengetahuan dan matematika," ujar Tumundo, Selasa (14/11).
Menurutnya, kegiatan ini dimulai 15 sampai dengan 19 November 2023. Pada hari pertama, 15 November, merupakan jadwal kedatangan dari seluruh peserta. "Untuk pembukaan, akan dilaksanakan pada tanggal 16 November, di Ruang SHS Kantor Wali Kota Bitung pukul 09.00 WITA, kemudian kegiatan lomba di SMP Negeri 2 Bitung. Olimpiade ini akan diikuti 10 negara-negara di Asia seperti, Vietnam, Tajikistan, Thailand termasuk peserta dari Indonesia (lihat grafis)," tambah Tumundo.
Olimpiade ini diharapkan dapat menjadi wadah pembelajaran yang unik dan memperkaya pengetahuan para peserta. Selain itu, kehadiran perwakilan dari berbagai negara diharapkan dapat mempererat kerja sama dan persahabatan antar bangsa dalam pengembangan sains dan matematika.
Diketahui, terpilihnya Kota Bitung sebagai tuan rumah kegiatan tingkat Asia ini, karena keberhasilan Pemerintah Kota (Pemkot) Bitung di bawah kepemimpinan Wali Kota dan Wakil Wali Kota, Maurits Mantiri dan Hengky Honandar (MM-HH), menjadikan anak didik tingkat SD dan SMP menguasai matematika dengan metode GASING.
Hal ini diutarakan oleh Wali Kota Bitung Ir Maurits Mantiri MM, beberapa waktu lalu, setelah melakukan pertemuan dengan Profesor Yohanis Surya, ilmuwan yang menciptakan pembelajaran matematika dengan cara GASING.
"Kota Bitung menjadi tuan rumah karena menurut panitia, Bitung adalah satu-satunya kota di Indonesia dengan pelajar terbanyak yang paham dengan ilmu hitung," kata Mantiri.
Apalagi menurut panitia pelaksana lanjut Mantiri, ada beberapa pengajar atau trainer matematika metode GASING dari Kota Bitung, sudah menjadi mentor di beberapa daerah Indonesia. "Ini yang menjadi penilaian panitia dan Prof Surya sampai Bitung dipilih menjadi tempat pelaksanaan iven tingkat Asia ini," jelas Mantiri.(tr-01)
Daftar Negara Peserta:
1) Philippines
2) Vietnam
3) Tajikistan
4) Indonesia
5) Thailand
6) Malaysia
7) Hongkong
8) Singapore
9) Turmeknistan
10) Cambodia
Sumber: Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bitung
Editor : Franky Sumaraw