Menurut Kepala KSOP Kelas I Bitung Yefri Meidison MMarE, saat ini pihaknya sedang melakukan penyelidikan yang difokuskan pada sejumlah pihak terkait kejadian tersebut.
"Kita lagi investigasi beberapa pihak yang mengetahui kecelakaan tersebut," ujarnya Senin (12/8).
Sedangkan keterangan dari awak kapal belum diperoleh KSOP Kelas I Bitung, karena KM Labobar telah bertolak menuju Ternate pasca insiden.
"Untuk awak kapal belum bisa kita minta keterangan karena saat kejadian kapal bertolak dari Bitung tujuan Ternate," katanya.
KSOP akan terus melakukan investigasi untuk mengungkap penyebab tabrakan, serta memastikan langkah-langkah selanjutnya guna mencegah insiden serupa terjadi di masa mendatang.
Baca Juga: Terlibat Insiden, KM Labobar Tabrak TB Nelly 31 di Pelabuhan Bitung
Diketahui, insiden ini terjadi pada Minggu (11/8) siang dan berhasil direkam oleh seorang netizen.
Video berdurasi 1 menit 37 detik tersebut kini telah beredar luas di media sosial. Dalam rekaman, terlihat jelas momen di mana KM Labobar, kapal milik PT Pelni (Persero) dengan panjang 146 meter dan lebar 23 meter,
menabrak bagian belakang TB Nelly 31 yang sedang sandar di pelabuhan. Tug Boat milik PT Nelly Dwi Putri Tbk tersebut memiliki panjang 26 meter dan lebar 8 meter.
Sebelum menghantam TB Nelly 31, bagian kanan KM Labobar juga terlihat nyaris menabrak salah satu kapal lainnya yang sedang bersandar di pelabuhan.
Tabrakan tersebut nyaris menenggelamkan TB Nelly 31, namun tidak ada laporan korban dalam insiden ini.
KM Labobar dijadwalkan tiba di Pelabuhan Samudera Bitung Minggu 11 Agustus 2024, pukul 09.00 WITA.
Sesuai jadwal, KM Labobar berlabuh sampai sampai pukul 12.00 WITA, kemudian bertolak ke pelabuhan tujuan berikutnya.
Dikutip dari Instagram pelni126_bitung, rute selanjutnya KM Labobar dari Bitung adalah Ternate - Sorong - Manokwari - Nabire - Serui - Jayapura - PP.
Diketahui, KM Labobar baru saja menjalani proses docking di Jakarta dimulai 13 Juni 2024, dan kembali beroperasi 24 Juli 2024.(*)
Editor : Franky Sumaraw