Pasalnya, halaman kantor kelurahan tersebut yang tampak tidak terurus, dipenuhi rumput liar dan tumpukan sampah.
Memang menurut seorang warga, bahwa keberadaan sampah di halaman kantor lurah tersebut berasal dari saluran air yang tersumbat. Ketika hujan turun, aliran air yang membawa sampah masuk ke area halaman kantor.
“Itu sampah memang terbawa dari luar karena saluran tersumbat, tapi harusnya tetap dibersihkan.
Kantor lurah itu fasilitas publik, seharusnya bersih dan nyaman,” ujar seorang warga yang meminta identitasnya disimpan, akhir pekan lalu.
Selain tumpukan sampah, warga juga menyoroti rumput yang sudah mulai tinggi di halaman kantor.
Hal ini dinilai tidak mencerminkan wajah pemerintah yang profesional dan peduli terhadap kebersihan lingkungan pelayanan publik.
“Padahal dari nama kantor jelas tertulis Kelurahan Manembo-nembo Hebat. Tetapi kondisinya memprihatinkan.
Kantor lurah itu tempat masyarakat mengurus administrasi. Kalau kondisinya begini, terkesan jorok untuk sebuah fasilitas publik,” tambah warga lainnya.
Sementara itu, Lurah Manembo-nembo, Valent Tangkudung, saat dikonfirmasi mengakui kondisi tersebut.
Menurutnya, benar bahwa itu adalah sampah bawaan dari saluran yang sudah tersumbat kiri dan kanan.
Apalagi kalau hujan keras, masyarakat yang ada di lorong kantor lurah juga terdampak banjir, air masuk sampai ke dalam-dalam rumah.
"Besok so direncanakan untuk kerja bakti di lokasi kantor lurah karena Rabu somo mulai pelayanan kembali," tulisnya melalui pesan WhatsApp.(fys)
Editor : Franky Sumaraw