Pada Rabu (23/4/2025), bertempat di Pelabuhan Peti Kemas Bitung, dilaksanakan pelepasan ekspor komoditas unggulan Sulut ke tujuh negara, dengan total volume mencapai 213,75 ton dan nilai ekonomi sebesar Rp 13,361 miliar.
Kegiatan strategis ini dihadiri langsung oleh Kepala Badan Karantina Nasional Sahat Manaor Panggabean, Wakil Gubernur Sulut Dr Johanis Victor Mailangkay SH MH, Wali Kota Bitung Hengky Honandar SE, Wakil Wali Kota Manado Richard Sualang, serta sejumlah pejabat daerah dan instansi teknis terkait.
Adapun tujuh negara tujuan ekspor kali ini adalah Amerika Serikat, Italia, Belgia, Rusia, Arab Saudi, India, dan Tiongkok.
Komoditas yang dikirim mencakup produk unggulan sektor perkebunan dan perikanan seperti kelapa dan turunannya, serta berbagai hasil laut dari perairan Sulut, yang sudah melalui tahapan karantina ketat sesuai standar internasional.
Wakil Gubernur Victor Mailangkay dalam kesempatan tersebut mengungkapkan apresiasinya atas kolaborasi antara pelaku usaha, pemerintah, dan lembaga karantina dalam mendukung kelancaran ekspor.
“Ini adalah bukti nyata bahwa Sulawesi Utara mampu bersaing di pasar global. Pemerintah Provinsi terus mendorong pelaku usaha untuk meningkatkan kualitas produk sehingga dapat menjangkau lebih banyak negara tujuan ekspor,” ujar Wagub Victor.
Sementara itu, Kepala Badan Karantina Nasional, Sahat Manaor Panggabean menegaskan pentingnya prosedur karantina dan sertifikasi untuk menjaga mutu dan daya saing produk ekspor Sulut.
“Semua komoditas yang dikirim keluar negeri sudah kami pastikan memenuhi standar kesehatan dan keamanan pangan melalui sistem karantina yang terintegrasi. Ini penting untuk menjaga kepercayaan buyer internasional,” tandasnya.
Wali Kota Bitung, Hengky Honandar, menyampaikan bahwa pihaknya siap mendukung penuh peran Bitung sebagai pintu gerbang ekspor Indonesia bagian timur.
“Bitung memiliki infrastruktur pelabuhan yang strategis. Kami akan terus kembangkan kapasitas logistik dan memperkuat koordinasi lintas sektor agar ekspor dari daerah ini semakin maksimal,” ucapnya.
Dalam kurun Januari hingga April 2025, total nilai ekspor Provinsi Sulut mencapai Rp 2,14 triliun.
Angka ini mencerminkan tren pertumbuhan positif dalam perdagangan luar negeri, khususnya dari sektor kelapa, perikanan, dan produk olahan berbasis komoditas unggulan daerah.
Pelepasan ekspor dari Bitung ini juga menandai semakin eratnya sinergi antara pemerintah daerah, pusat, dan pelaku usaha dalam mendorong pertumbuhan ekonomi.(fys)
Editor : Franky Sumaraw