Keadaan pasar yang semrawut semakin parah dengan banyaknya pedagang yang berjualan di badan jalan serta lalu lalangnya sepeda motor yang tak terkendali.
Situasi ini menyebabkan akses keluar-masuk pasar menjadi sangat sulit, terutama bagi konsumen yang hendak berbelanja kebutuhan pokok.
Pantauan di lapangan, hampir sepanjang jalan utama di sekitar pasar dipenuhi lapak pedagang, baik yang menjual bahan makanan, pakaian, hingga barang kelontong.
“Sulit sekali jalan, macet, belum lagi ada sepeda motor yang masuk keluar di antara lapak. Sangat berisiko untuk pembeli,” keluh Christy warga Sagerat yang sering belanja di pasar tersebut, Kamis (29/5/2025).
Pengelola pasar beserta instansi teknis terkait nampaknya harus menata kembali lapak pedagang, agar tidak menggunakan ruang milik jalan (rumija), serta sistem pengaturan lalu lintas yang memadai.
“Kami bukan melarang orang cari makan, tapi ini sudah tidak aman dan sangat semrawut. Pengelola pasar dan dinas terkait harus segera turun tangan,” tambahnya.
Sementara itu, tidak terlihat upaya pengamanan maupun penataan aktif dari instansi terkait saat kepadatan terjadi di jam-jam sibuk.
Padahal, keberadaan pasar yang tertib dan aman sangat vital untuk mendukung perekonomian lokal.
Dengan kondisi yang terus memburuk ini, masyarakat berharap Wali Kota Bitung segera mengambil langkah tegas melalui pembenahan sistem penataan dan pengawasan pasar.
Jika tidak ditangani, situasi ini berpotensi menimbulkan ketidaknyamanan berkepanjangan serta membahayakan keselamatan pengunjung.
Plt Direktur Utama Perumda Pasar Kota Bitung, Masri Kereh SE, saat dikonfirmasi menjelaskan, untuk sementara semua pasar sedang dibenahi setiap keamanan dan ketertiban, baik pedangang maupun para pembeli, serta tetap mempertahankan kebersihan seluruh pasar.
"Dalam hal keselarasan serta keamanan langkah yang dilakukan adalah pemberitahuan serta sosialisasi, dan bekerja sama dengan instansi terkait," jelasnya.(fys)
Editor : Franky Sumaraw