Kegiatan ini berlangsung di halaman belakang Kantor Gubernur Sulut, Rabu (4/6/2025). Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Wali Kota Bitung Hengky Honandar SE, bersama sejumlah kepala daerah lainnya.
Kehadiran para pimpinan daerah ini mencerminkan sinergi dan komitmen bersama dalam mempererat tali silaturahmi antarumat beragama di Sulut.
Gubernur Sulut, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus SE, dalam sambutannya menekankan bahwa Idul Adha bukan semata-mata tentang penyembelihan hewan kurban, tetapi menjadi momen spiritual yang mencerminkan keikhlasan, kepedulian dan solidaritas sosial.
“Idul Adha adalah momentum untuk berbagi dan memperkuat rasa kebersamaan. Bantuan sapi kurban ini kami salurkan ke seluruh kabupaten dan kota sebagai bentuk perhatian pemerintah kepada masyarakat,” ujar Gubernur Yulius.
Gubernur juga mengingatkan pentingnya menjaga ketertiban selama perayaan Idul Adha, dan memastikan bahwa seluruh proses penyembelihan dan pendistribusian daging kurban dilakukan sesuai syariat dan tepat sasaran.
Wali Kota Bitung Hengky Honandar yang turut hadir, menyampaikan apresiasi atas langkah yang diambil Pemprov Sulut.
Menurutnya, kurban bukan hanya sebatas ritual keagamaan, melainkan bukti nyata dari kepedulian pemerintah terhadap masyarakat.
“Ini bukti bahwa pemerintah hadir di tengah masyarakat. Semoga daging kurban bisa sampai kepada mereka yang paling membutuhkan, dan sekaligus memperkuat tali persaudaraan di antara kita,” ujar Wali Kota Hengky.
Ia juga mengajak masyarakat Kota Bitung dan seluruh warga Sulut, untuk memaknai Idul Adha sebagai momentum mempererat persatuan dan meningkatkan rasa kemanusiaan serta iman kepada Tuhan Yang Maha Esa.
“Kami berharap semangat Idul Adha menjadi pemicu kebersamaan, memperkuat iman, dan menumbuhkan semangat saling membantu dalam kehidupan sehari-hari,” pungkasnya.
Dengan adanya kegiatan ini, semangat gotong royong dan toleransi yang menjadi ciri khas masyarakat Sulut semakin diperkuat.
Pemprov Sulut dan Pemkot Bitung berharap bantuan tersebut dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat yang membutuhkan, dan mempererat hubungan sosial di tengah perbedaan agama maupun latar belakang.(fys)
Editor : Franky Sumaraw