Peristiwa tak senonoh terjadi di salah satu sekolah menengah kejuruan negeri, awal pekan ini.
Dua pelajar, laki-laki dan perempuan diketahui melakukan hubungan layaknya suami istri di lantai dalam ruang kelas pada siang bolong.
Mirisnya, aksi mesum tersebut sengaja direkam yang kini mulai tersebar ke publik.
Dalam video berdurasi singkat, keduanya sedang melakukan hubungan seksual dalam keadaan setengah bugil.
Posisi pelajar perempuan tiduran di lantai sementara pelajar laki-laki di atasnya.
Perekaman dilakukan menggunakan handphone yang diletakkan di lantai, dengan arah kamera menghadap ke mereka.
“Informasinya, handphone yang digunakan adalah milik pelajar perempuan. Namun yang melakukan perekaman adalah pelajar pria.
Video tersebut kini sudah terlanjur beredar karena pemilik handphone secara tidak sengaja mengirim video tersebut ke orang lain,” ujar salah satu pemerhati pendidikan di Bitung, sembari mengecam keras kejadian itu, Jumat (5/6/2025).
Dalam video rekaman tersebut, terdengar suara desahan beberapa kali, serta suara latar belakang yang menunjukkan bahwa di area sekolah masih terdengar aktivitas lain.
Saat dikonfirmasi, pihak sekolah membenarkan insiden tersebut. Dalam pernyataan resmi, pihak sekolah mengungkap bahwa pelaku laki-laki diketahui baru saja menyelesaikan masa belajarnya di sekolah tersebut, sedangkan pelaku perempuan masih aktif sebagai siswi kelas 10.
“Kami telah memanggil orang tua masing-masing pelajar dan memutuskan untuk memberikan sanksi tegas, yakni dikeluarkan dari sekolah,” ujar kepala sekolah.
Pihak sekolah menegaskan bahwa kejadian itu terjadi di ruang kelas lantai dua yang dilakukan setelah jam pelajaran usai.
Mereka melakukannya setelah pihak keamanan sekolah selesai melakukan pemeriksaan rutin di seluruh bangunan ruang kelas usai jam pelajaran.
Namun, dari pengakuan keduanya, meski ini kali pertama mereka melakukan di dalam lingkungan sekolah, hubungan terlarang di luar sekolah sudah pernah dilakukan beberapa kali.
Fakta lain yang memperkuat pengawasan lemah adalah kondisi pelajar laki-laki yang diketahui tinggal di rumah penjaga sekolah, sehingga ia memahami dengan baik celah-celah lingkungan sekolah.
“Kami akui ini menjadi bahan evaluasi besar. Pengawasan akan ditingkatkan, dan akses ke area sekolah akan lebih dikontrol ketat meski sudah di luar jam pelajaran,” tambah pimpinan sekolah tersebut.
Dijelaskan kepala sekolah, tindak lanjut dari permasalahan ini, mereka serahkan sepenuhnya kepada orang tua masing-masing.
"Kalau urusan sekolah sudah tegas mengeluarkan sanksi berat.
Orang tua masing-masing juga sudah kami panggil dan urusan selanjutnya kami serahkan sepenuhnya kepada mereka.
Dan informasi tambahan, permasalahan ini sudah dibawa ke ranah hukum oleh salah satu pihak orang tua," ulasnya seraya menambahkan,
ia telah mengeluarkan imbauan keras terhadap seluruh pelajar di sekolahnya untuk tidak menyebarluaskan video tersebut, untuk menghindari pelanggaran ITE.
"Bagi pelajar yang memiliki video tersebut sudah kami imbau agar segera dihapus," imbuhnya.
Peristiwa ini menjadi tamparan keras bagi dunia pendidikan, khususnya di Sulawesi Utara.
Banyak pihak mendesak agar lembaga pendidikan tidak hanya fokus pada capaian akademik, tetapi juga pendidikan karakter dan penguatan moral siswa.
Pemerhati sosial yang juga concern dengan dinamika pendidikan, dr Sunny Rumawung, mengecam keras peristiwa tersebut.
"Apapun alasannya, perbuatan tersebut terjadi di dalam lingkungan sekolah. Ini harus menjadi perhatian serius, pengawasan wajib ditingkatkan lagi, dalam menjaga masa depan generasi penerus bangsa," tegasnya.
Lanjutnya, para orang tua juga diharapkan lebih terlibat aktif dalam pembentukan karakter anak, termasuk dalam penggunaan gadget yang rentan disalahgunakan.
"Orang tua wajib mengawasi perilaku anak, termasuk memeriksa isi handphone mereka.
Dengan ini kita bisa mengetahui dan meminimalisir terjadinya hal menyimpang di kalangan pelajar," tambahnya.(fys)
Editor : Franky Sumaraw