Didampingi oleh Gubernur Sulut, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus SE, Menteri Ekraf disambut hangat oleh Wali Kota Bitung Hengky Honandar SE dan Wakil Wali Kota Randito Maringka (HH-RM).
Lokasi utama penyambutan berlangsung di Rumah Kreatif kompleks Pasar Cita, pusat Kota Bitung. Suasana penyambutan kental dengan nuansa budaya lokal.
Tarian Kabasaran dan penampilan khas Tari Tangkap Cakalang menjadi pembuka yang menyita perhatian Menteri dan rombongan.
Dalam kegiatan ini, Kepala Dinas Pariwisata Kota Bitung, Pingkan Kapoh SSTP MAP, memberikan laporan terkait pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Kota Cakalang.
Kegiatan berlanjut dengan penyerahan sertifikat Hak Kekayaan Intelektual (HKI) kepada para pelaku ekonomi kreatif dan pemberian hadiah bagi pemenang ajang pencarian bakat Bitung Idol, sebagai bentuk dukungan terhadap talenta lokal.
Menteri Teuku Riefky juga secara resmi membuka gelaran Bitung Street Food, sebuah kegiatan yang mendorong geliat UMKM kuliner kreatif di Bitung. Pembukaan ditandai dengan pemukulan alat tradisional tetengkoren.
Dalam sesi berikutnya, Menteri Ekraf bersama Gubernur Sulut meninjau atraksi pemotongan ikan tuna (cutting tuna) dan masamo, salah satu atraksi yang menggambarkan identitas maritim Kota Bitung.
Dalam momen yang tak biasa, keduanya juga sempat memainkan alat musik tradisional Kolintang, disambut antusias warga dan pelaku kreatif.
Plt Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Kota Bitung, Christ K Emor SSTP MAP, menyampaikan bahwa kunjungan kerja ini bukan hanya seremoni, tapi juga meliputi dialog langsung.
“Pak Menteri juga melakukan audiensi dengan Komite Ekonomi Kreatif Bitung dan dilanjutkan dengan konferensi pers,” jelasnya.
Kunjungan ini mempertegas perhatian pemerintah pusat terhadap sektor kreatif di daerah, khususnya Kota Bitung yang dikenal memiliki potensi maritim dan pariwisata yang kuat, serta talenta kreatif yang terus tumbuh.
Pemerintah Kota (Pemkot) Bitung di bawah kepemimpinan HH-RM, menyatakan komitmennya untuk terus mendorong kolaborasi lintas sektor, demi meningkatkan kontribusi ekonomi kreatif terhadap kesejahteraan masyarakat.(fys)
Editor : Franky Sumaraw