Data rekapitulasi semester pertama tersebut menunjukkan capaian yang cukup bervariasi di setiap kecamatan, dengan Kecamatan Girian tercatat sebagai wilayah dengan realisasi tertinggi yakni 19,50 persen.
Dari total penetapan sebesar Rp 1.154.834.395, Kecamatan Girian telah berhasil merealisasikan Rp 225.204.704 (selengkapnya lihat grafis).
Disusul oleh Kecamatan Lembeh Selatan yang menempati posisi kedua dengan capaian 17,34 persen atau sebesar Rp 80.899.208 dari total penetapan Rp 466.674.374.
Sementara itu, Kecamatan Ranowulu menjadi wilayah dengan persentase realisasi terendah, hanya mencatatkan 8,00 persen atau Rp 82.966.068 dari total penetapan Rp 1.036.478.843.
Plt Kepala Bapenda Kota Bitung, Theo Rorong SE, saat dikonfirmasi Selasa (8/7/2025), mengatakan bahwa pihaknya terus mendorong percepatan pembayaran PBB-P2 oleh wajib pajak, terutama menjelang semester kedua.
Diketahui Pemkot Bitung telah menggelar rapat evaluasi PAD pekan lalu, yang dibahas salah satunya rekapitulasi PBB-P2 per kecamatan.(fys)
Daftar rekapitulasi PBB-P2 8 kecamatan di Kota Bitung per 30 Juni 2025:
1.GIRIAN: Penetapan Rp 1.154.834.395 - Realisasi Rp 225.204.704 (19,50 persen)
2.LEMBEH SELATAN: Penetapan Rp 466.674.374 - Realisasi Rp 80.899.208 (17,34 persen)
3.MAESA: Penetapan Rp 956.591.426 - Realisasi Rp 113.952.312 (11,91 persen)
4.MADIDIR - Penetapan Rp 1.527.887.319 - Realisasi Rp 176.050.782 (11,52 persen)
5.MATUARI: Penetapan Rp 1.392.952.604 - Realisasi Rp 148.175.230 (10,64 persen)
6.AERTEMBAGA: Penetapan Rp 1.114.154.336 - Realisasi Rp 99.409.789 (8,92 persen)
7.LEMBEH UTARA: Penetapan Rp 520.277.225 - Realisasi Rp 47.740.580 (9,18 persen)
8.RANOWULU: Penetapan Rp 1.036.478.843 - Realisasi Rp 82.966.068 (8,00 persen)
Sumber: Bapenda Kota Bitung
Editor : Franky Sumaraw