Perayaan ini berlangsung penuh sukacita dan kebersamaan, sekaligus menjadi momentum iman yang mengingatkan kembali sejarah awal pewartaan Katolik di wilayah tersebut.
Wakil Wali Kota Bitung, Randito Maringka, hadir langsung dalam perayaan itu. Dalam sambutannya, Wawali Randito menegaskan bahwa perayaan ini bukan hanya pengingat sejarah, tetapi juga perayaan iman yang hidup—iman yang terus tumbuh, dipelihara dan diwariskan lintas generasi.
“Momentum ini adalah warisan rohani yang tidak ternilai harganya. Atas nama pemerintah dan seluruh masyarakat Kota Bitung, saya menyampaikan selamat merayakan pesta iman ini.
Semoga sukacita hari ini memberi semangat baru bagi umat untuk tetap berpegang pada nilai-nilai Kristiani serta menjadi garam dan terang di tengah masyarakat,” ujarnya.
Perayaan kali ini terasa semakin istimewa karena bertepatan dengan peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Randito mengajak umat menghayati makna kemerdekaan dengan menumbuhkan rasa cinta tanah air, semangat kebersamaan, dan kepedulian sosial.
Lebih lanjut, ia mengajak umat Katolik untuk mendukung visi kepemimpinan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bitung, yakni Harmonisasi Menuju Bitung Maju.
Menurutnya, visi ini bukan sekadar semboyan, melainkan panggilan bersama untuk membangun kota dalam kebersamaan dan keselarasan.
Ia menjelaskan, visi tersebut diwujudkan lewat empat misi utama: memperkuat pembangunan SDM yang cerdas dan berkarakter, membangun dari kelurahan untuk pemerataan ekonomi, mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik dan melayani, serta memperkuat kehidupan yang harmonis dengan lingkungan, alam, budaya, dan antar umat beragama.
“Umat Katolik, termasuk di Stasi Danowudu, memiliki kontribusi besar dalam mewujudkan misi ini.
Melalui iman, pelayanan kasih, dan keterlibatan aktif dalam kehidupan sosial, umat dapat menjadi mitra strategis pemerintah membangun Kota Bitung yang rukun, maju, dan sejahtera,” tegas Wawali Randito.(fys)
Editor : Franky Sumaraw