Aksi unjuk rasa yang digelar Aliansi Bitung Bergerak, Rabu (3/9/2025), menyoroti isu nasional dan daerah termasuk dugaan kasus korupsi perjalanan dinas DPRD Kota Bitung.
Dalam penyampaiannya di akhir pelaksanaan unjuk rasa di ruas jalan depan Kantor DPRD Kota Bitung, Kapolres Bitung, AKBP Albert Zai SIK MH, mengapresiasi pelaksanaan unjuk rasa tersebut.
Kapolres menegaskan bahwa unjuk rasa yang berlangsung tertib dan damai ini bisa menjadi contoh bagi daerah lain.
“Ternyata tak sesuai dengan apa yang kita prediksi. Ternyata begitu damai Kota Bitung ini. Kami dari kepolisian sudah mempersiapkan dengan matang, namun perjalanannya luar biasa. Begitu damai, begitu indah Kota Bitung yang kita cintai ini,” ujarnya.
Kapolres menambahkan, menyampaikan aspirasi adalah hak setiap warga negara, namun akan lebih indah jika dilakukan dengan cara damai dan tertib.
“Ini bisa menjadi contoh bahwa menyampaikan aspirasi itu boleh, tapi juga dengan cara yang damai. Itu akan lebih baik bagi semua pihak, baik peserta aksi maupun aparat yang mengamankan,” katanya.
Kapolres juga menyampaikan permohonan maaf jika dalam pengamanan masih ada hal-hal yang dirasa kurang berkenan. Ia menekankan bahwa komunikasi antara aparat dan masyarakat adalah kunci untuk menghindari gesekan.
“Kalau kita bisa berkomunikasi dengan baik, maka kita bisa mengeliminir kemungkinan-kemungkinan atau risiko-risiko terbesar,” ucapnya.
Selama aksi berlangsung, pengamanan dilakukan dengan ketat oleh personel Polres Bitung, Brimob dan TNI. Ada ratusan personel dikerahkan untuk memastikan situasi aman dan kondusif.
“Saya berharap semua peserta aksi bisa kembali ke rumah dengan selamat dan bertemu keluarga tercinta dalam keadaan aman,” tutup Kapolres.
Apresiasi juga disampaikan Wali Kota Bitung Hengky Honandar SE, atas sikap tertib, aman, dan damai yang ditunjukkan peserta aksi.
Ia menilai penyampaian aspirasi dengan cara seperti ini mencerminkan kedewasaan berdemokrasi warga Kota Bitung.
“Terima kasih kepada teman-teman mahasiswa, buruh, dan ormas yang menyampaikan aspirasi dengan tertib. Ini modal penting bagi kita semua untuk membangun kota yang lebih baik,” ungkap Hengky Honandar didampingi Wakil Wali Kota Bitung Randito Maringka.
Lanjutnya, Pemkot Bitung berkomitmen menampung dan menyalurkan aspirasi masyarakat secara terbuka dan konstruktif demi kemajuan serta kesejahteraan bersama.
Aksi ini dimulai dari titik kumpul di Tugu Jam, pusat Kota Bitung, kemudian bergerak menuju Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Bitung.
Di depan kantor Kejari, massa berhenti sejenak menyampaikan tuntutan terkait penanganan perkara dugaan korupsi perjalanan dinas DPRD Kota Bitung.
Setelah itu, massa melanjutkan perjalanan ke Kantor DPRD Kota Bitung. Di gedung DPRD, perwakilan massa diterima oleh Wali Kota Bitung Hengky Honandar, Wakil Wali Kota Bitung Randito Maringka, Forkopimda plus, pimpinan dan anggota DPRD Kota Bitung.
Setelah melaksanakan aksi unjuk rasa, puluhan massa membubarkan diri dengan tertib.
Aksi damai ini menjadi bukti nyata bahwa Kota Bitung mampu menunjukkan kedewasaan berdemokrasi, di mana penyampaian aspirasi masyarakat dapat berjalan dengan tertib tanpa mengganggu stabilitas keamanan dan ketertiban.(fys)
Editor : Franky Sumaraw