Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Hari Kedua FPSL 2025: Wujudkan Harmoni Alam, Ekonomi Kreatif Bergeliat

Franky Sumaraw • Jumat, 10 Oktober 2025 | 10:59 WIB

Wali Kota Bitung Hengky Honandar memimpin penanaman mangrove di kompleks wisata Batu Angus, Kelurahan Kasawari.(Dok Istimewa)
Wali Kota Bitung Hengky Honandar memimpin penanaman mangrove di kompleks wisata Batu Angus, Kelurahan Kasawari.(Dok Istimewa)
MANADOPOST.ID–Dalam upaya memperkuat pariwisata berkelanjutan sekaligus menjaga kelestarian alam pesisir, Pemerintah Kota (Pemkot) Bitung melaksanakan penanaman mangrove di kompleks wisata Batu Angus, Kelurahan Kasawari, Kecamatan Aertembaga, Kamis (9/10/2025).

Kegiatan yang dipimpin langsung Wali Kota Bitung Hengky Honandar SE, didampingi Sekretaris Kota Bitung Ir Ign Rudy Theno ST MT MAP, serta dihadiri unsur Forkopimda, menjadi bagian penting dari rangkaian Festival Pesona Selat Lembeh (FPSL) 2025, salah satu dari 110 event unggulan Kharisma Event Nusantara (KEN) Kemenparekraf RI.

Hengky Honandar (HH) menegaskan bahwa pelestarian lingkungan adalah fondasi utama pembangunan pariwisata.

“Kita tidak bisa bicara pariwisata berkelanjutan tanpa menjaga lingkungan. Penanaman mangrove ini bukan sekadar simbol, tapi langkah nyata untuk melindungi pesisir dan memperkaya ekosistem laut Bitung,” ujar Wali Kota HH.

Ia mengajak masyarakat untuk ikut menjaga keindahan alam yang menjadi kebanggaan Kota Bitung.

“Mari kita rawat bersama, karena alam adalah aset terbesar kita. Mangrove bukan hanya menahan abrasi, tapi juga rumah bagi biota laut yang menjadi daya tarik wisata,” tambahnya.

Sementara itu, Rudy Theno menekankan bahwa kegiatan tersebut merupakan perwujudan tema Harmony in Diversity yang diusung dalam FPSL 2025.

“Melalui kolaborasi Forkopimda dan masyarakat, kita ingin menunjukkan bahwa Bitung bukan hanya kota industri, tapi juga kota hijau yang peduli pada keberlanjutan lingkungan,” kata Rudy.

Selain pejabat daerah, kegiatan ini juga diikuti komunitas lingkungan, pelajar, dan kelompok sadar wisata.

Mereka menanam ratusan bibit mangrove di garis pantai Batu Angus, yang diharapkan mampu mengurangi risiko abrasi dan menjaga keseimbangan ekosistem pesisir.

Di hari yang sama, jajaran Pemkot Bitung termasuk BUMD, melaksanakan aksi bersih-bersih pantai yang merupakan rangkaian kegiatan FPSL.

Memasuki hari kedua di kawasan Satrol Kodaeral VIII Bitung, yang merupakan pusat kegiatan FPSL, suasana di area culinary festival semakin ramai oleh pengunjung yang menikmati beragam sajian kuliner khas Kota Bitung.

Sebanyak 30 pelaku UMKM turut serta menghadirkan berbagai kuliner lokal, mulai dari makanan ringan hingga makanan berat dan minuman kekinian.

Area kuliner ini menjadi salah satu titik favorit pengunjung untuk bersantai sambil menikmati berbagai pilihan makanan dan minuman. Terinformasi, perputaran ekonomi bergeliat di lokasi itu.

Totalnya mencapai mencapai Rp 100 juta. Bahkan, salah satu tenant UMKM berhasil mencatat pendapatan hingga Rp10 juta dalam sehari, mencerminkan tingginya antusiasme masyarakat dan wisatawan dalam mendukung produk-produk lokal.

Culinary festival ini terus menunjukkan perannya dalam mendukung pertumbuhan ekonomi kreatif dan UMKM lokal.

Festival ini menjadi ruang bagi pelaku usaha untuk memperkenalkan produk, membangun jejaring, serta memperoleh manfaat ekonomi langsung dari meningkatnya kunjungan wisatawan di Kota Bitung.(fys)

Editor : Franky Sumaraw
#FPSL 2025 #Mangrove #alam #harmoni #Ekonomi Kreatif #Bergeliat #Festival Pesona Selat Lembeh #Hengky Honandar