Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 08.00 hingga 13.00 WITA ini, menjadi bentuk nyata komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Bitung dalam menjaga keberlanjutan ekosistem laut, sekaligus mengevaluasi efektivitas program transplantasi karang yang telah dilakukan beberapa tahun terakhir.
Pelaksanaan reef monitoring ini melibatkan penyelam dari Dinas Perikanan Bitung, POSSI Bitung, NCK Dive Resort, serta komunitas free diving Bitung.
Mereka bersama-sama melakukan serangkaian aktivitas ilmiah dan konservatif di dasar laut Batu Angus.
Kepala Dinas Perikanan Kota Bitung, Sadat Minabari SIK MSi, menjelaskan bahwa kegiatan ini penting untuk memastikan pertumbuhan karang berjalan optimal, sekaligus mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi tingkat keberhasilannya.
“Tujuan utama reef monitoring ini adalah untuk mengukur survival rate dari kegiatan transplantasi karang dan pengamatan teknis dinamika pertumbuhan karang.
Melakukan penanaman kembali frakmen karang yang mati. Membersihkan modul dan frakmen karang dari algae agar didapatkan pertumbuhan yang optimal," ungkap Sadat, Minggu (12/10/2025).
Dalam pelaksanaannya, lanjut penerima Tanda Kehormatan Satyalancana Wira Karya dari Presiden Prabowo Subianto tahun 2025 ini menjelaskan, tim penyelam Dinas Perikanan melakukan penghitungan tingkat keberhasilan transplantasi karang tahun 2025 dibandingkan dengan tahun 2019, guna mengetahui persentase karang yang berhasil hidup di modul transplantasi.
Selanjutnya, dilakukan retransplantasi terhadap karang yang mati dan pembersihan media dari algae, untuk mendukung pelekatan planula karang sebagai bagian dari proses reproduksi alami.
Dari hasil pengamatan, ditemukan bahwa terjadi dinamika pertumbuhan karang yang positif di area reklamasi.
Meskipun survival rate sedikit menurun, namun persentase tutupan karang meningkat karena perkembangan koloni karang jenis branching.
Selain itu, area yang sebelumnya mengalami kematian karang kini telah tertutup algae, menandakan adanya proses adaptasi ekologis alami.
Tidak ditemukan indikasi kerusakan akibat aktivitas manusia seperti patahan atau pencabutan frakmen.
“Kami melihat hasil positif dari kegiatan ini. Meski ada penurunan tingkat hidup sebagian karang, namun pertumbuhan cabang karang baru menunjukkan keberhasilan adaptasi di lingkungan laut Batu Angus. Ini menjadi sinyal baik bagi keberlanjutan konservasi laut kita,” tuturnya.
Sebagai tindak lanjut, tim Dinas Perikanan telah melakukan retransplantasi karang pada modul yang kehilangan frakmen, dan menjadwalkan monitoring lanjutan dalam tiga bulan ke depan, untuk menilai hasil perbaikan ekosistem.
Kegiatan reef monitoring ini juga menjadi bagian penting dalam promosi wisata bahari Kota Bitung yang berkelanjutan.
FPSL 2025 tidak hanya menampilkan keindahan alam laut, tetapi juga mengedepankan nilai pelestarian dan edukasi lingkungan.
Dengan kegiatan seperti ini, Pemkot Bitung di bawah kepemimpinan Wali Kota Hengky Honandar dan Wakil Wali Kota Randito Maringka, terus menunjukkan komitmen kuat dalam menjaga kekayaan laut, dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya konservasi ekosistem bawah laut.(fys)
Editor : Franky Sumaraw