Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Kadoodan Kampung Moderasi Agama, Miniatur Keberagaman di Kota Bitung

Franky Sumaraw • Jumat, 31 Oktober 2025 | 07:16 WIB

Kepala Kantor Kemenag Kota Bitung H Yahya W Pasiak bersama jajaran audiensi dengan Wali Kota Bitung Hengky Honandar.(Dok Istimewa)
Kepala Kantor Kemenag Kota Bitung H Yahya W Pasiak bersama jajaran audiensi dengan Wali Kota Bitung Hengky Honandar.(Dok Istimewa)
MANADOPOST.ID–Upaya memperkuat nilai toleransi dan kerukunan antar umat beragama di Kota Bitung kembali diperkuat lewat program Kampung Moderasi Agama, yang digagas Kementerian Agama (Kemenag) Kota Bitung.

Dalam rangka persiapan, Kepala Kantor Kemenag Kota Bitung, H Yahya W Pasiak SAg MM, bersama jajarannya melakukan audiensi dengan Wali Kota Bitung, Hengky Honandar SE, Kamis (30/10/2025).

Pertemuan berlangsung di Merdeka Lounge Kantor Wali Kota Bitung, turut dihadiri oleh Asisten I Setda Kota Bitung Forsman Dandel serta Plt Kabag Kesra Juliet Sompotan SH. 

Dalam pertemuan tersebut, Yahya Pasiak menjelaskan bahwa pihaknya akan melaksanakan Deklarasi Harmoni Keberagaman pada 6 November 2025 mendatang.

Kegiatan itu akan diikuti oleh para tokoh agama, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Majelis Ulama, dan pimpinan gereja di Kota Bitung.

“Deklarasi Harmoni Keberagaman ini merupakan bagian dari gerakan nasional Kampung Moderasi Agama.

Kami ingin menjadikan Bitung sebagai contoh nyata kota yang hidup dalam toleransi dan harmoni,” ujar Yahya.

Lokasi yang dipilih untuk kegiatan tersebut adalah Kelurahan Kadoodan, Kecamatan Madidir, yang dikenal sebagai miniatur keberagaman di Kota Bitung.

Di wilayah ini berdiri berdampingan lima rumah ibadah yang berbeda: Gereja Kristen Protestan, Masjid, Vihara, Kelenteng, dan Gereja Katolik.

“Alasan kami memilih Kadoodan karena di sana masyarakatnya hidup damai meski berbeda keyakinan.

Lima rumah ibadah berdiri berdampingan, tetapi masyarakatnya rukun. Itu cerminan nyata moderasi beragama,” jelas Yahya Pasiak.

Ia juga menyampaikan bahwa Wali Kota Bitung akan diundang sebagai keynote speaker dalam kegiatan tersebut sekaligus menjadi simbol motivator keberagaman Kota Bitung, mengingat perannya yang aktif mendorong toleransi dan persatuan di daerah ini.

Menanggapi hal itu, Wali Kota Bitung Hengky Honandar menyambut baik rencana kegiatan yang diinisiasi Kemenag Bitung tersebut.

Ia menegaskan bahwa pemerintah kota akan terus mendukung setiap langkah yang memperkuat nilai kebersamaan dan keharmonisan sosial.

“Bitung adalah rumah bagi semua. Kerukunan dan keberagaman adalah kekuatan kita bersama.

Pemerintah Kota Bitung akan selalu terbuka dan mendukung setiap kegiatan yang mempererat persaudaraan,” ujar Hengky.

Deklarasi Harmoni Keberagaman diharapkan tidak hanya menjadi simbol, tetapi juga momentum penguatan nilai-nilai moderasi beragama, toleransi, dan cinta damai di tengah masyarakat.

Bitung pun semakin meneguhkan diri sebagai kota yang tidak hanya maju secara ekonomi, tetapi juga kokoh dalam nilai kemanusiaan dan kebersamaan.(fys) 

Editor : Franky Sumaraw
#kantor kemenag #agama #Kota Bitung #kampung moderasi #Kadoodan #Hengky Honandar