Kegiatan rohani ini dibuka secara resmi oleh Wali Kota Bitung Hengky Honandar, SE, bersama Ketua TP-PKK Kota Bitung Ellen Honandar Sondakh SE, yang juga sebagai Ketua Panitia Pertemuan Ibu-Ibu Katolik se-Kevikepan Tonsea.
Umat Katolik dari berbagai paroki di wilayah Kota Bitung dan Kabupaten Minahasa Utara (Minut) ambil bagian dalam kegiatan ini.
Pertemuan tersebut menjadi bagian dari perayaan Tahun Yubileum 2025 dan rangkaian menuju Hari Raya Kristus Raja Semesta Alam, yang puncaknya akan digelar pada 23 November 2025 di Paroki St Fransiskus de Sales Kokoleh.
Dalam sambutannya, Wali Kota Hengky Honandar menyampaikan apresiasi dan kebanggaannya atas semangat kebersamaan kaum ibu Katolik.
"Di tengah kehidupan yang kompleks, peran ibu-ibu Katolik sangat penting dalam menjaga keteguhan iman keluarga, menumbuhkan kasih di tengah masyarakat, dan menanamkan pengharapan dalam setiap langkah kehidupan,” ujar Hengky Honandar.
Ia menambahkan, sosok ibu yang kuat dalam iman, lembut dalam kasih, dan teguh dalam pengharapan akan menjadi sumber kekuatan dan inspirasi, tidak hanya bagi keluarganya tetapi juga bagi lingkungan dan Gereja.
“Kami percaya, pertemuan ini menjadi wadah pembinaan rohani dan kebersamaan antar umat Katolik yang akan memperkokoh kehidupan bergereja dan bermasyarakat,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Ellen Honandar Sondakh, dalam laporan kegiatan menegaskan pentingnya peran kaum ibu sebagai pilar rohani keluarga dan penggerak kasih di lingkungan Gereja dan masyarakat.
“Kita ingin menjadikan momentum ini sebagai sarana mempererat tali kasih, memperkuat iman, dan menumbuhkan harapan di setiap keluarga Katolik,” tuturnya.
Ia juga menyampaikan terima kasih atas partisipasi aktif seluruh peserta dan dukungan dari berbagai paroki di wilayah Kevikepan Tonsea.
Tercatat sembilan paroki ambil bagian dalam kegiatan ini, yaitu Paroki Stella Maris Bitung, St Antonius de Padua Aermadidi, St Paulus Lembean, St Fransiskus Xaverius Kema, Sta Ursula Watudambo, St De Padua Girian, St Yohanes Penginjil Laikit, St Fransiskus de Sales Kokoleh, dan Paroki Maria Ratu Para Rasul Manembo-nembo.
Ellen Honandar menutup sambutannya dengan ungkapan harapan agar seluruh kegiatan berjalan dengan lancar dan membawa berkat bagi umat.
“Semoga kita semua terus dalam tuntunan dan lindungan Tuhan, serta mampu menjadi saluran kasih dalam keluarga, Gereja, dan masyarakat,” ujarnya penuh haru.(fys)
Editor : Franky Sumaraw