Rapat strategis ini dihadiri para kepala Puskesmas se-Kota Bitung, anggota TP3S, serta perwakilan perangkat daerah dan instansi terkait yang menjadi bagian penting dalam upaya menurunkan angka stunting.
Sebelum membuka rapat, Randito memastikan sembilan kepala Puskesmas hadir lengkap, menandai keseriusan lintas sektor dalam mengawal agenda kesehatan nasional ini.
Dalam sambutannya, Wawali Randito mengajak seluruh peserta untuk bersyukur dan berkomitmen menjaga semangat kebersamaan dalam menjalankan program percepatan penurunan stunting.
“Saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada semua pihak yang telah bekerja keras dalam upaya menurunkan angka stunting di Kota Bitung. Kerja sama dan komitmen lintas sektor menjadi kunci keberhasilan kita,” ujarnya.
Menurut Randito, penurunan angka stunting bukan sekadar program kesehatan, tetapi prioritas utama pembangunan kesejahteraan masyarakat.
Ia menegaskan, keberhasilan percepatan penurunan stunting harus didukung dengan kerja nyata, kerja cerdas, kerja tuntas, dan kerja berkualitas.
"Tanpa komitmen dan sinergi yang kuat, gerakan percepatan ini hanya akan menjadi semboyan tanpa tindakan nyata,” tegasnya.
Dalam arahannya, Randito menyampaikan delapan amanat penting sebagai pedoman pelaksanaan percepatan penurunan stunting di Kota Bitung (selengkapnya lihat grafis).
Selain itu, Wawali Randito juga menekankan empat poin utama pembahasan rapat yaitu, penyelesaian penginputan data website oleh operator dan verifikator dalam aksi konvergensi semester I dan II tahun 2025.
Setiap perangkat daerah mitra kerja TP3S agar memasukkan secara rinci program yang akan dilaksanakan pada tahun 2026.
Penetapan target penurunan angka stunting Kota Bitung dari 20,5 persen di tahun 2025 menjadi 14,5 persen di tahun 2026.
Harmonisasi dan sinkronisasi lintas sektor melalui konsep pentahelix, dengan melibatkan pemerintah, swasta, masyarakat, perguruan tinggi, dan media.
Randito menutup arahannya dengan ajakan kepada seluruh pihak untuk terus menghadirkan pelayanan terbaik bagi masyarakat, terutama bagi calon ibu dan anak-anak sejak masa kehamilan hingga tumbuh kembang.
“Mari kita bekerja bersama menyelamatkan generasi masa depan Kota Bitung dari ancaman stunting. Ini tanggung jawab kita bersama,” tutup Randito.(fys)
Delapan pedoman pelaksanaan percepatan penurunan stunting di Kota Bitung:
1. Menjadikan program pencegahan dan penurunan stunting sebagai prioritas daerah.
2. Meningkatkan kapasitas kader posyandu dan tenaga Puskesmas agar pemantauan status gizi dilakukan cepat dan akurat.
3. Meningkatkan cakupan dan kualitas layanan kesehatan ibu dan anak, termasuk tablet tambah darah, pemeriksaan kehamilan minimal enam kali, ASI eksklusif, dan imunisasi lengkap.
4. Memberikan edukasi pengasuhan anak kepada keluarga besar, termasuk kakek, nenek, serta lingkungan sekitar.
5. Memperkuat pengorganisasian dan penggerak di lapangan agar intervensi pencegahan tepat sasaran.
6. Menerapkan pendekatan sosial, budaya, dan keagamaan dalam program percepatan penurunan stunting.
7. Menjadikan penuntasan stunting sebagai tugas kemanusiaan berkelanjutan.
8. Mengoptimalkan kerja sama dengan lembaga, dunia usaha, dan organisasi non-pemerintah.
Editor : Franky Sumaraw