Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Turut Berdukacita, Dua Balita yang Tenggelam di Pantai Candi Bitung Meninggal Dunia di Rumah Sakit

Franky Sumaraw • Kamis, 13 November 2025 | 18:29 WIB

Proses evakuasi korban yang tenggelam di Pantai Candi, Kelurahan Bitung Barat Satu.(Dok Istimewa)
Proses evakuasi korban yang tenggelam di Pantai Candi, Kelurahan Bitung Barat Satu.(Dok Istimewa)
MANADOPOST.ID–Suasana di Pantai Candi, Kelurahan Bitung Barat Satu, Kecamatan Maesa, Kota Bitung, mendadak mencekam Kamis (13/11/2025) sore.

Dua anak balita dilaporkan tewas setelah tenggelam saat mandi di perairan pantai tersebut.

Menurut keterangan saksi Rahmat Abdullah, awalnya ada tiga anak yang sedang mandi di lokasi kejadian.

Sejumlah warga sempat memperingatkan mereka agar tidak bermain terlalu jauh ke tengah laut. Salah satu anak kemudian naik ke tepi, sementara dua anak lainnya tetap bermain di air hingga akhirnya hilang dari permukaan.

“Awalnya ada tiga anak mandi. Ketika dipanggil, yang satunya naik namun dua anak lainnya tetap bermain di air.

Tidak lama kemudian keduanya tidak terlihat lagi di permukaan,” tutur Rahmat kepada sejumlah wartawan di lokasi kejadian.

Warga sekitar yang menyadari peristiwa tersebut langsung berupaya melakukan pencarian dengan alat seadanya.

Sekitar beberapa menit kemudian, korban satu per satu ditemukan di kedalaman sekitar 2,5 meter, tak jauh dari titik awal mereka bermain.

Korban pertama yang ditemukan adalah Rahmi Tekol (4). Korban segera dievakuasi dan dibawa ke RS Budi Mulia Bitung. 

Namun, nyawanya tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia oleh pihak rumah sakit. Jenazahnya kemudian diserahkan kepada pihak keluarga.

Sementara korban kedua, Arumi (5), ditemukan beberapa saat kemudian dalam kondisi lemas dan langsung dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan intensif.

Namun tak lama berselang, nyawanya pun tidak dapat diselamatkan.

Peristiwa tragis ini mengundang keprihatinan warga sekitar. Banyak yang mengaku bahwa lokasi tersebut memang sering dijadikan tempat bermain anak-anak karena airnya tampak tenang dan dangkal di tepi, meski ternyata memiliki bagian yang cukup dalam di tengah.

“Kami sangat sedih. Ini jadi pelajaran bagi semua orang tua agar lebih waspada. Anak-anak kecil seharusnya tidak bermain air tanpa pengawasan,” ungkap seorang warga dengan nada haru.

Sejumlah warga juga berharap agar pemerintah kelurahan bersama instansi terkait segera memasang rambu peringatan atau pembatas area berbahaya di sekitar Pantai Candi.

Tujuannya agar kejadian serupa tidak kembali terjadi di masa mendatang.

Polsek Maesa bersama aparat kelurahan masih melakukan pendataan dan pemeriksaan terhadap para saksi di lokasi kejadian.

Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat agar lebih memperhatikan aktivitas anak-anak, terutama di area yang berpotensi berbahaya seperti sungai, pantai.

Tragedi ini menambah daftar panjang kecelakaan air yang melibatkan anak-anak di wilayah pesisir.

Pemerintah setempat diharapkan dapat memperketat pengawasan dan memasang tanda larangan berenang demi keselamatan warga.(fys)

Editor : Franky Sumaraw
#tewas #tragedi #candi #Meninggal Dunia #Kota Bitung #Mencekam #dievakuasi #pantai #Balita tenggelam #Rumah Sakit #Korban #bitung