Dalam momentum penuh sportivitas itu, Wali Kota Bitung Hengky Honandar SE, hadir langsung memberikan dukungan sekaligus menyampaikan apresiasi kepada seluruh atlet, pelatih, dan official yang telah berjuang menghadirkan prestasi terbaik bagi Kota Bitung.
Kehadiran Wali Kota menjadi bentuk dukungan nyata Pemerintah Kota (Pemkot) Bitung terhadap pengembangan olahraga.
Hengky Honandar menegaskan, seluruh atlet Bitung telah menunjukkan identitas daerah sebagai kota yang dikenal dengan semangat petarung.
“Apa yang ditunjukkan para atlet di Porprov tahun ini adalah buah dari latihan, komitmen, dan kerja keras. Kami bangga, karena kalian semua membawa nama Bitung dengan terhormat,” ujarnya.
Berdasarkan data sementara yang berhasil dihimpun, kontingen Bitung mencatat total 146 medali, terdiri atas 24 emas, 50 perak, dan 72 perunggu.
Perolehan ini menempatkan Bitung sebagai salah satu kontingen dengan kontribusi medali yang signifikan di ajang provinsi tersebut.
Sejumlah cabang olahraga tampil menonjol, seperti Kempo dengan 6 emas, Wushu dengan 3 emas, serta Akuatik, Muay Thai, dan Binaraga yang masing-masing menambah poin penting bagi klasemen.
Beberapa cabang juga memperlihatkan grafik peningkatan performa, misalnya Pencak Silat dengan 2 emas dan total 20 medali, serta Catur, Karate, dan Bulutangkis yang tetap konsisten menyumbang emas dan perak.
Cabang beregu seperti Basket turut mempersembahkan 1 emas yang menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Bitung, mengingat tingginya kompetisi di sektor tersebut.
Ajang Porprov XII Sulut tahun ini menghadirkan banyak cerita perjuangan para atlet, terutama bagi cabang yang harus bersaing ketat dengan kontingen dari daerah lain.
Namun semangat pantang menyerah dan kedisiplinan menjadi modal utama sehingga Kota Bitung membawa pulang 146 medali.
Dengan hasil ini, Kota Bitung kembali menegaskan posisinya sebagai daerah yang memiliki potensi besar di bidang olahraga.
Kehadiran langsung Wali Kota Bitung di penutupan Porprov, menjadi simbol dukungan penuh pemerintah bagi para atlet dan menjadi dorongan moral menuju ajang-ajang kompetisi berikutnya.(fys)
Editor : Franky Sumaraw