Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Polres Bitung Catat 2.152 Pelanggaran Ringan Selama Operasi Zebra, Ada Kasus Laka Lantas

Franky Sumaraw • Senin, 1 Desember 2025 | 21:17 WIB

Kasat Lantas Polres Bitung AKP Dwi Dea Angraini SIK MH bersama jajaran.(Dok Istimewa)
Kasat Lantas Polres Bitung AKP Dwi Dea Angraini SIK MH bersama jajaran.(Dok Istimewa)
MANADOPOST.ID–Tingkat pelanggaran lalu lintas di Kota Bitung tergolong tinggi. Masyarakat wajib meningkatkan kesadaran akan tertib berlalulintas, untuk menjaga keselamatan diri sendiri dan pengguna jalan lainnya.

Selama Operasi Zebra 2025 yang digelar 17 hingga 30 November 2025, Polres Bitung mencatat 2.152 teguran terhadap pengendara yang melakukan pelanggaran ringan, sementara 34 pelanggar harus menerima sanksi tilang karena dianggap melakukan pelanggaran lebih serius.

Selain itu, terdapat delapan kasus kecelakaan lalu lintas yang terjadi selama periode kegiatan.

Seluruh insiden tersebut mengakibatkan korban luka ringan, dan yang patut disyukuri, tidak ada korban meninggal dunia.

Hal tersebut diutarakan Kapolres Bitung AKBP Albert Zai SIK MH, melalui Kasat Lantas AKP Dwi Dea Angraini SIK MH, Senin (1/12/2025).

"Pelaksanaan operasi berjalan dengan aman, tertib, dan mendapat respons cukup baik dari masyarakat. Meski demikian, tingkat pelanggaran masih terbilang tinggi," ungkapnya.

Dari catatan pelanggaran tersebut, menunjukkan bahwa upaya preventif yang dilakukan selama operasi cukup efektif dalam menekan dampak fatal kecelakaan. "Meskipun kesadaran masyarakat masih perlu ditingkatkan," tambahnya.

AKP Dwi Dea Angraini menegaskan, Operasi Zebra 2025 tidak semata-mata bertujuan memberikan sanksi, melainkan lebih pada membangun budaya disiplin di jalan raya.

Ia mengingatkan para pengendara agar tetap mematuhi aturan lalu lintas, mengenakan perlengkapan keselamatan, serta selalu fokus selama berkendara.

Perilaku ugal-ugalan maupun tindakan yang mengganggu konsentrasi, seperti menggunakan ponsel saat mengemudi, disebut sebagai faktor yang kerap memicu kecelakaan.

“Kami berharap masyarakat semakin sadar bahwa keselamatan adalah prioritas utama. Tertib lalu lintas bukan hanya untuk menghindari sanksi, tetapi demi melindungi diri sendiri dan orang lain,” ujarnya.

Dengan berakhirnya Operasi Zebra 2025, Polres Bitung mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga keselamatan di jalan, tidak hanya selama periode operasi, tetapi dalam setiap aktivitas berkendara.

"Semangat disiplin dan kepedulian diharapkan dapat menjadi kebiasaan bersama menuju lalu lintas yang lebih aman dan berbudaya," imbuh dia.(fys)

Editor : Franky Sumaraw
#keselamatan #kesadaran #pelanggaran #Operasi Zebra 2025 #Tilang #Ringan #kasat lantas #Polres Bitung #Kasus #kecelakaan lalu lintas