Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Malam Tahun Baru Tanpa Pesta Kembang Api, Pemkot Bitung Ikuti Arahan Mendagri Tito Karnavian

Franky Sumaraw • Rabu, 24 Desember 2025 | 12:17 WIB

Wali Kota Bitung Hengky Honandar dan jajaran saat mengikuti rapat dengan Mendagri.(Dok Istimewa)
Wali Kota Bitung Hengky Honandar dan jajaran saat mengikuti rapat dengan Mendagri.(Dok Istimewa)
MANADOPOST.ID–Pemerintah Kota (Pemkot) Bitung menegaskan komitmennya untuk menjalankan arahan pemerintah pusat terkait penyelenggaraan perayaan Natal dan Tahun Baru secara sederhana.

Penegasan ini disampaikan Wali Kota Bitung, Hengky Honandar SE, usai mengikuti Rapat Koordinasi Evaluasi Realisasi APBD 2025 yang dipimpin langsung oleh Mendagri Tito Karnavian.

Rakor tersebut diikuti secara daring dari Kantor Wali Kota Bitung, Rabu (24/12/2025).

Dalam sesi penutupan rapat, Mendagri Tito Karnavian secara tegas mengimbau seluruh pemerintah daerah agar merayakan Natal dan Tahun Baru dengan cara yang sederhana, tanpa seremoni berlebihan, serta meniadakan pesta kembang api di malam pergantian tahun.

Wali Kota Hengky Honandar menegaskan bahwa arahan tersebut segera ditindaklanjuti dan diterapkan di Kota Bitung.

Menurutnya, kebijakan ini sejalan dengan semangat efisiensi anggaran dan kepekaan sosial terhadap kondisi masyarakat saat ini, sekaligus bentuk keprihatinan bencana nasional di Aceh dan Sumatera. 

“Kami mengikuti secara penuh arahan Bapak Mendagri. Perayaan Natal dan Tahun Baru di Kota Bitung akan dilaksanakan secara sederhana, tanpa seremonial yang berlebihan, termasuk tidak menggelar pesta kembang api," ujar Hengky Honandar.

Ia menjelaskan, pemerintah daerah harus menjadi contoh dalam penggunaan anggaran yang bijak, terlebih di tengah upaya memperkuat pemulihan ekonomi dan memastikan anggaran daerah benar-benar digunakan untuk kepentingan prioritas masyarakat.

Menurutnya, perayaan keagamaan dan pergantian tahun tetap bisa dimaknai secara khidmat tanpa harus diwarnai kegiatan seremonial yang menguras anggaran.

Lebih lanjut, Hengky menilai pesan Mendagri bukan sekadar imbauan, tetapi menjadi pedoman moral dan administratif bagi kepala daerah dalam menjalankan roda pemerintahan.

Ia menekankan bahwa esensi Natal dan Tahun Baru adalah refleksi, kebersamaan, serta rasa syukur, bukan kemewahan atau euforia sesaat.

“Kita ingin masyarakat merayakan dengan aman, tertib, dan penuh makna. Pemerintah hadir memastikan suasana kondusif, bukan justru mempertontonkan kemewahan di tengah tantangan ekonomi saat ini,” tambahnya.

Pemkot Bitung, kata Hengky, akan terus berkoordinasi dengan jajaran perangkat daerah, aparat keamanan, serta tokoh agama dan masyarakat untuk memastikan perayaan Natal dan Tahun Baru berlangsung lancar dan damai.

Ia berharap masyarakat dapat memahami kebijakan tersebut dan bersama-sama menjaga suasana kota tetap kondusif. 

Dengan mengikuti arahan Mendagri Tito Karnavian, Pemkot Bitung menegaskan posisinya sebagai pemerintah daerah yang taat kebijakan nasional, sekaligus berkomitmen membangun tata kelola pemerintahan yang efisien, berorientasi pada kepentingan masyarakat, dan berlandaskan nilai-nilai kebersamaan.

Juru bicara Pemkot Bitung Altin Tumengkol SIP MSi menambahkan, malam pergantian tahun Pemkot Bitung akan melakukan doa bersama.

"Pemkot Bitung tidak akan melaksanakan pesta kembang api di malam pergantian tahun dan sesuai dengan arahan pimpinan, akan dilaksanakan doa bersama untuk bangsa dan negara," tambah Altin.(fys)

Editor : Franky Sumaraw
#seremonial #pesta kembang api #natal dan tahun baru #tanpa #Altin Tumengkol #Mendagri Tito Karnavian #malam pergantian tahun #doa bersama #Hengky Honandar #Pemkot Bitung #Wali kota