Peristiwa ini mengakibatkan kerusakan parah pada sejumlah ruang kelas sekolah dasar serta bangunan pastori gereja, dengan estimasi kerugian mencapai kurang lebih Rp 1 miliar.
Berdasarkan data resmi Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bitung, mereka menerima informasi awal pada pukul 22.44 WITA. Sementara untuk kebakaran diperkirakan terjadi sekitar pukul 22.30 WITA.
Menindaklanjuti laporan tersebut, empat unit armada pemadam kebakaran, satu unit damtor, serta puluhan personel langsung dikerahkan ke lokasi kejadian di wilayah Kecamatan Aertembaga.
Plt Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bitung, Forsman Dandel SSos, menjelaskan bahwa setibanya di lokasi sekitar pukul 22.50 WITA, api masih dalam kondisi menyala cukup besar.
Petugas langsung melakukan upaya pemadaman secara intensif untuk mencegah api meluas ke bangunan lain di sekitar lokasi.
“Proses pemadaman berlangsung cukup lama karena api sudah membesar. Pemadaman dilanjutkan dengan pendinginan hingga pukul 02.30 WITA.
Setelah dilakukan pemeriksaan titik api dan dinyatakan aman, seluruh personel dan armada kembali ke posko masing-masing,” ujar Forsman Dandel, Kamis (1/1/2026).
Dalam peristiwa tersebut, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bitung mengerahkan armada C03, C02, C01, armada 2002, serta damtor. Personel yang terlibat berasal dari Regu 1, dibantu Regu 2 dan Regu 3. "Untuk SMP Kristen Aertembaga aman, tidak terbakar," tambah Asisten I Setda Kota Bitung.
Wali Kota Bitung, Hengky Honandar SE, bersama Wakil Wali Kota Bitung Randito Maringka SSos, (HH-RM), didampingi Kapolres Bitung AKBP Albert Zai SIK MH, turun langsung ke lokasi kebakaran.
Bahkan, ketiganya ikut membantu proses pemadaman api bersama petugas dan masyarakat setempat.
Kehadiran langsung pimpinan daerah dan Kapolres Bitung menjadi bentuk nyata perhatian dan kepedulian pemerintah serta aparat keamanan terhadap musibah yang menimpa dunia pendidikan dan fasilitas gereja di Kota Bitung.
Hengky Honandar juga menyempatkan diri melihat langsung kondisi bangunan yang terbakar serta menyampaikan dukungan moril kepada pihak sekolah dan jemaat GMIM Imanuel Aertembaga.
Kasi Humas Polres Bitung, AKP Abdul Natip Anggai, saat dikonfirmasi menyampaikan bahwa hingga saat ini penyebab pasti kebakaran masih dalam proses penyelidikan.
Tim Inafis Polres Bitung telah diterjunkan ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara guna mengungkap sumber api dan memastikan penyebab kebakaran.
“Kami masih melakukan penyelidikan. Tim Inafis sudah turun melakukan olah TKP. Masyarakat kami imbau tetap tenang dan menunggu hasil resmi penyelidikan dari kepolisian,” ujar AKP Abdul Natip Anggai.
Peristiwa kebakaran ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan dan kesiapsiagaan, terutama di momen-momen rawan seperti malam pergantian tahun.(fys)
Editor : Franky Sumaraw