Sedikitnya delapan camat dan 69 lurah di Kota Bitung disebut akan mengalami pergeseran jabatan sebagai bagian dari penataan birokrasi dan penguatan program strategis tahun 2026.
Informasi ini semakin menguat seiring rencana pelaksanaan program unggulan Wali Kota Bitung Hengky Honandar SE dan Wakil Wali Kota Randito Maringka SSos, (HH-RM), yakni membangun dari kelurahan tahun 2026 ini.
Program tersebut menempatkan kelurahan sebagai titik sentral pembangunan dan pelayanan masyarakat.
Sumber internal di lingkungan Pemkot Bitung menyebutkan bahwa mutasi camat dan lurah merupakan langkah awal yang krusial untuk menyukseskan program tersebut.
Menurut sumber, penyegaran aparatur kewilayahan dilakukan agar kebijakan pemerintah benar-benar berjalan efektif hingga tingkat paling bawah.
"Untuk camat, ada yang benar-benar pejabat baru dan ada juga yang hanya bergeser ke wilayah lain.
Begitu juga dengan lurah.
Namun di sebagian wilayah masih ada yang tetap, meskipun jumlahnya tidak banyak,” ujar sumber.
Langkah ini dinilai sebagai upaya memastikan setiap camat dan lurah yang memimpin wilayah memiliki visi, semangat kerja, serta komitmen yang sejalan dengan arah kebijakan kepemimpinan HH-RM.
Apalagi, pada tahun 2026 setiap kelurahan di Kota Bitung akan mengelola anggaran pembangunan sebesar Rp 200 juta, sehingga dibutuhkan figur lurah yang mampu mengelola anggaran secara transparan dan tepat sasaran.
Sementara itu, Juru Bicara Pemerintah Kota Bitung, Altin Tumengkol SIP MSi, saat dikonfirmasi membenarkan rencana pelantikan camat dan lurah tersebut.
Ia memastikan bahwa proses mutasi akan segera dilaksanakan dalam waktu dekat.
“Benar, akan ada pelantikan camat dan lurah. Waktunya kemungkinan hari Senin atau Selasa pekan depan,” ujar Altin Tumengkol, Jumat (9/1/2026).
Dengan struktur pemerintahan wilayah yang baru, Pemkot Bitung berharap pelayanan kepada masyarakat menjadi lebih cepat, responsif, dan berorientasi pada kebutuhan riil warga.(fys)
Editor : Franky Sumaraw