Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Pemkot Bitung Kumpulkan Ratusan Jenis Logistik untuk Korban Banjir Bandang Sitaro, Pos Bantuan Terbuka Hingga 18 Januari 2026

Franky Sumaraw • Selasa, 13 Januari 2026 | 21:56 WIB

Kepala Puskesmas Bitung Barat dr Angela Sengke bersama jajaran saat membawa bantuan di Pos Bantuan Kemanusiaan Pemkot Bitung.(Dok Istimewa)
Kepala Puskesmas Bitung Barat dr Angela Sengke bersama jajaran saat membawa bantuan di Pos Bantuan Kemanusiaan Pemkot Bitung.(Dok Istimewa)
MANADOPOST.ID–Pemerintah Kota (Pemkot) Bitung menunjukkan komitmen kuat dalam aksi kemanusiaan dengan membuka dan mengelola Pos Bantuan Kemanusiaan bagi korban bencana banjir bandang di Kabupaten Kepulauan Sitaro.

Hingga Selasa (13/1/2026) pukul 16.50 WITA, ratusan jenis bantuan logistik telah terkumpul dan tercatat secara resmi di posko yang dipusatkan di Kantor BPBD Kota Bitung, Kompleks Kantor Wali Kota Bitung.

Juru Bicara Pemkot Bitung, Altin Tumengkol SIP MSi, menyampaikan bahwa bantuan yang masuk berasal dari berbagai elemen, mulai dari Aparatur Sipil Negara (ASN) baik perorangan maupun instansi di Pemkot Bitung, masyarakat umum, UMKM, hingga partisipasi kelompok pemuda gereja.

Seluruh bantuan dicatat secara transparan dan dikelompokkan berdasarkan jenis serta jumlah barang.

“Sejak pos bantuan dibuka, respons ASN dan masyarakat sangat luar biasa. Bantuan yang masuk didominasi kebutuhan dasar yang memang sangat dibutuhkan korban bencana, terutama bayi, lansia, dan keluarga terdampak langsung,” ujar Altin.

Berdasarkan data resmi Pos Bantuan Bencana Banjir Bandang Sitaro Tahun 2026, tercatat lebih dari 100 jenis barang telah diterima. Bantuan tersebut meliputi air mineral dalam berbagai kemasan, beras dengan berbagai ukuran, mi instan, ikan kaleng, minyak goreng, gula pasir, susu, biskuit, serta bahan makanan pokok lainnya.

Tak hanya pangan, bantuan sandang dan kebutuhan khusus juga mendominasi. Di antaranya popok bayi berbagai ukuran, popok dewasa, pakaian layak pakai, selimut, kasur, perlengkapan mandi, sabun, sampo, pasta gigi, hingga perlengkapan kebersihan rumah tangga.

Bahkan, perlengkapan bayi seperti baby oil, baby shampoo, dan susu formula turut menjadi bagian penting dari bantuan yang terkumpul.

Altin menegaskan bahwa sejak awal, Pemkot Bitung telah menetapkan kebijakan tidak menerima bantuan dalam bentuk uang tunai. Seluruh bantuan difokuskan pada barang kebutuhan prioritas.

“Yang ditekankan adalah bantuan berupa barang, bukan uang. Prioritasnya kebutuhan bayi dan lansia, seperti popok, pakaian anak-anak, pakaian dewasa, kasur, termasuk pakaian bekas yang masih layak pakai,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa kebijakan tersebut bertujuan memastikan bantuan benar-benar tepat guna dan langsung dapat dimanfaatkan oleh para korban bencana di lapangan.

Seluruh bantuan yang terkumpul nantinya akan disalurkan melalui posko utama di Kantor Gubernur Sulawesi Utara, sebelum diteruskan ke wilayah terdampak di Kabupaten Kepulauan Sitaro sesuai mekanisme penanganan bencana yang telah ditetapkan pemerintah provinsi.

“Atas petunjuk Bapak Wali Kota Bitung, gerakan bantuan ini dimulai dari ASN sebagai contoh. Namun sifatnya sukarela dan tidak ada paksaan.

Mau menyumbang satu potong baju, satu bungkus gula pasir, satu dus mi instan, atau popok, semuanya dipersilakan,” jelas Altin.

Pemkot Bitung juga membuka ruang partisipasi seluas-luasnya bagi masyarakat umum dan pihak swasta. Perusahaan yang ingin membantu dipersilakan, dengan ketentuan bantuan tetap dalam bentuk barang.

“Perusahaan swasta boleh berpartisipasi, namun tetap dalam bentuk barang seperti kebutuhan pokok bayi, lansia, dan bahan pangan,” tandasnya.

Melalui aksi kemanusiaan ini, Pemkot Bitung berharap semangat gotong royong dan solidaritas sosial terus terjaga, sekaligus menjadi wujud nyata kepedulian antarwilayah di Sulawesi Utara dalam menghadapi bencana alam.

Pos bantuan Pemkot Bitung ini akan beroperasi hingga 18 Januari 2026. Salah satu instansi yang membawa bantuan di pos kemanusiaan Pemkot Bitung Selasa (13/1/2026) adalah Puskesmas Bitung Barat.

Kepala Puskesmas dr Angela Sengke bersama jajaran membawa bantuan berupa mie instan, beras, pakaian layak pakai, sabun cuci piring, minyak goreng dan kebutuhan pokok lainnya.(fys)

Editor : Franky Sumaraw
#kemanusiaan #banjir bandang sitaro #Pos Bantuan #Pemkot Bitung