MANADOPOST.ID–Keberadaan pohon mahoni di sepanjang ruas jalan Kota Bitung kini menjadi ancaman serius bagi infrastruktur perpipaan air bersih.
Direktur Perumda Air Minum Duasudara Bitung, Alfred Salindeho SE MM, mengungkapkan bahwa akar-akar pohon mahoni yang tumbuh besar dan menyebar hingga ke bawah tanah telah menyebabkan banyak kerusakan pada jaringan pipa distribusi air.
“Sudah lebih dari 50 titik kebocoran pipa yang kami temukan, dan sebagian besar disebabkan oleh tekanan akar pohon mahoni,” ungkap Direktur Alfred.
Menurutnya, kondisi tersebut berdampak langsung terhadap kelancaran distribusi air bersih kepada masyarakat.
Kebocoran yang terjadi bukan hanya menyebabkan kehilangan air dalam jumlah besar, tetapi juga berpotensi menurunkan tekanan air di sejumlah wilayah layanan.
Selain itu, proses perbaikan yang dilakukan juga memerlukan waktu dan biaya yang tidak sedikit.
Tim teknis Perumda harus melakukan penggalian ulang di titik-titik terdampak, yang sering kali berada di badan jalan atau area padat aktivitas warga.
“Kami terus melakukan perbaikan, namun jika tidak ada penanganan jangka panjang, potensi kebocoran akan terus berulang,” tambahnya.
Ia pun berharap adanya perhatian dan koordinasi lintas sektor, terutama dengan instansi terkait yang menangani tata kota dan penghijauan, agar penanaman pohon di masa depan bisa mempertimbangkan aspek keamanan infrastruktur bawah tanah.
Di sisi lain, masyarakat juga diimbau untuk segera melaporkan jika menemukan indikasi kebocoran air di lingkungan sekitar, seperti genangan air yang tidak wajar atau penurunan tekanan air secara tiba-tiba.
Dengan meningkatnya jumlah kebocoran, Perumda Duasudara menegaskan komitmennya untuk terus menjaga kualitas layanan air bersih, sekaligus mencari solusi jangka panjang agar infrastruktur perpipaan di Kota Bitung dapat lebih terlindungi dari ancaman serupa.(fys)
Editor : Franky Sumaraw