Kinerja Bapenda Bitung Terus Menguat, Total PAD Kota Bitung Triwulan Pertama 2026 Tembus 24,24 Miliar

Franky Sumaraw • Dipublikasikan Selasa, 7 April 2026 | 14:07 WIB
Theo Rorong SE
Theo Rorong SE

MANADOPOST.ID–Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Bitung pada triwulan pertama tahun 2026, menunjukkan tren peningkatan yang cukup signifikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Berdasarkan data Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Bitung, total realisasi PAD hingga triwulan pertama 2026 tercatat mencapai Rp 24,24 miliar lebih.

Angka tersebut mengalami kenaikan dibandingkan realisasi triwulan pertama tahun 2025 yang hanya mencapai Rp 18,42 miliar lebih.

Dengan capaian tersebut, persentase realisasi PAD Kota Bitung telah mencapai sekitar 23,31 persen dari target tahun 2026 yang ditetapkan sebesar Rp 104 miliar.

Plt Kepala Bapenda Kota Bitung, Theo Rorong SE, menjelaskan bahwa peningkatan ini merupakan hasil dari upaya optimalisasi yang terus dilakukan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Bitung dalam menggenjot pendapatan.

“Capaian ini tidak lepas dari strategi intensifikasi dan ekstensifikasi yang terus kami dorong dalam pengelolaan PAD,” ujar Theo Rorong, Selasa (7/4/2026), saat diwawancarai.

Berdasarkan rincian data, sektor pajak daerah masih menjadi penyumbang terbesar dalam struktur PAD Kota Bitung.

Pada triwulan pertama 2026, realisasi pajak daerah mencapai Rp 17,96 miliar atau sekitar 19,82 persen dari target yang ditetapkan untuk tahun 2026 sebesar Rp 90,65 miliar.

Sementara itu, retribusi daerah tercatat sebesar Rp 631,9 juta atau sekitar 9,22 persen dari target Rp 6,85 miliar.

Untuk hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan, realisasi mencapai Rp 5,28 miliar atau 96,09 persen dari target Rp 5,5 miliar, menjadikannya salah satu sektor dengan capaian tertinggi.

Adapun kategori lain-lain PAD yang sah mencatat realisasi sebesar Rp 362,6 juta atau sekitar 36,27 persen dari target Rp 1 miliar.

Theo Rorong menegaskan bahwa strategi intensifikasi dilakukan melalui peningkatan pengawasan dan optimalisasi pemungutan pajak daerah, termasuk memperkuat kepatuhan wajib pajak.

Sementara itu, ekstensifikasi dilakukan dengan menggali potensi sumber pendapatan baru yang belum tergarap secara maksimal.

“Kami terus mendorong peningkatan kepatuhan wajib pajak sekaligus mencari potensi-potensi baru yang bisa menambah penerimaan daerah,” jelasnya.

Ia juga menambahkan bahwa pertumbuhan aktivitas ekonomi di Kota Bitung turut memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan pendapatan daerah, khususnya dari sektor pajak daerah.

Menurutnya, capaian di triwulan pertama ini menjadi indikator awal yang cukup baik dalam mencapai target PAD tahun 2026 secara keseluruhan.

Namun demikian, pihaknya tetap akan melakukan evaluasi dan penguatan strategi agar tren positif ini dapat terus dipertahankan.

Pemkot Bitung berharap peningkatan PAD ini dapat memberikan dampak langsung terhadap pembangunan daerah dan peningkatan kualitas pelayanan publik.

Dengan ruang fiskal yang semakin kuat, pemerintah memiliki peluang lebih besar untuk merealisasikan berbagai program strategis yang menyentuh kebutuhan masyarakat.

“Harapannya capaian ini bisa terus meningkat hingga akhir tahun, sehingga mampu mendukung pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Kota Bitung,” tutup Theo.

Peningkatan PAD Kota Bitung ini sekaligus menunjukkan bahwa pengelolaan keuangan daerah yang optimal, didukung strategi yang tepat dan partisipasi masyarakat, menjadi kunci dalam mendorong kemajuan daerah secara berkelanjutan.(fys)

Editor : Franky Sumaraw
tren Kota Bitung pendapatan asli daerah (PAD) bapenda Theo Rorong