Hengky Honandar Masuk Pengurus Aspeksindo 2025-2030 Dorong Ekonomi Biru dan Hilirisasi Perikanan Bitung

Franky Sumaraw • Dipublikasikan Rabu, 15 April 2026 | 16:16 WIB
Wali Kota Bitung Hengky Honandar di sela kegiatan Musda Aspeksindo.(Dok Istimewa)
Wali Kota Bitung Hengky Honandar di sela kegiatan Musda Aspeksindo.(Dok Istimewa)

MANADOPOST.ID–Wali Kota Bitung, Hengky Honandar SE resmi didaulat sebagai salah satu pengurus Asosiasi Pemerintah Daerah Kepulauan dan Pesisir Seluruh Indonesia (Aspeksindo) periode 2025–2030.

Pelantikan tersebut berlangsung di Hotel Borobudur, Selasa (14/4/2026), dalam rangkaian Musyawarah Nasional (Munas) ke III Aspeksindo 2025.

Pengukuhan Dewan Pengurus Aspeksindo dilakukan langsung oleh Sakti Wahyu Trenggono.

Hengky Honandar dilantik sebagai Wakil Sekretaris Koordinator Wilayah VI Sulawesi dalam Dewan Pengurus Aspekindo periode 2025–2030.

Keterlibatan Hengky Honandar dalam struktur kepengurusan ini menjadi salah satu langkah strategis dalam memperkuat peran daerah pesisir, khususnya Kota Bitung, dalam pembangunan nasional berbasis kelautan.

Hengky Honandar menyampaikan bahwa kepercayaan yang diberikan kepadanya merupakan amanah besar yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.

“Ini bukan sekadar jabatan, tetapi tanggung jawab untuk memperjuangkan aspirasi daerah kepulauan dan pesisir, termasuk Bitung yang memiliki potensi besar di sektor perikanan,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa Aspeksindo menjadi wadah strategis untuk memperkuat kolaborasi antar daerah pesisir di Indonesia, terutama dalam menghadapi tantangan pembangunan dan pengelolaan sumber daya laut.

Menurutnya, Kota Bitung memiliki posisi penting sebagai salah satu pusat industri perikanan nasional, sehingga keikutsertaannya dalam Aspeksindo dapat dimanfaatkan untuk mendorong program hilirisasi perikanan dan pengembangan ekonomi biru.

“Bitung siap berkontribusi dalam mendorong hilirisasi perikanan dan pengembangan ekonomi biru yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat,” kata Hengky.

Ia juga menekankan bahwa pengembangan sektor kelautan tidak hanya berfokus pada produksi hasil laut, tetapi harus diperluas hingga ke tahap pengolahan dan pemasaran agar memberikan nilai tambah yang lebih tinggi.

“Kalau kita ingin daerah pesisir menjadi motor ekonomi, maka rantai nilai harus diperkuat, mulai dari produksi, pengolahan hingga pemasaran. Di situlah kesejahteraan masyarakat bisa meningkat,” tambahnya.

Hengky Honandar juga berharap melalui kepengurusan baru Aspeksindo, berbagai program strategis dapat dijalankan secara lebih efektif, terutama dalam mendukung pengelolaan sumber daya laut yang berkelanjutan, peningkatan kapasitas nelayan, serta pengembangan industri berbasis kelautan.

Ia optimis, melalui sinergi yang kuat antara pemerintah pusat dan daerah, pembangunan sektor kelautan dapat memberikan dampak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi.

Selain prosesi pelantikan, agenda kegiatan turut diisi dengan seminar nelayan yang membahas berbagai tantangan dan peluang di sektor perikanan, termasuk penguatan ekonomi nelayan serta pengelolaan sumber daya laut yang berkelanjutan.

Dengan keterlibatannya dalam Aspeksindo, Pemerintah Kota Bitung juga menegaskan komitmennya untuk terus berperan aktif dalam pembangunan nasional berbasis potensi maritim, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir secara berkelanjutan.(fys)

Editor : Franky Sumaraw
ekonomi biru Kepulauan pesisir Hengky Honandar bitung