Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Ellen Honandar Sondakh Turun Langsung Edukasi Warga, Ubah Sampah Rumah Tangga Menjadi Kompos Bernilai Ekonomis

Franky Sumaraw • Senin, 8 Juni 2026 | 19:23 WIB
Ketua TP-PKK Kota Bitung Ellen Honandar Sondakh memimpin langsung pelatihan pembuatan kompos.(Dok Istimewa)
Ketua TP-PKK Kota Bitung Ellen Honandar Sondakh memimpin langsung pelatihan pembuatan kompos.(Dok Istimewa)

MANADOPOST.ID–Komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Bitung dalam mengatasi persoalan sampah, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pelestarian lingkungan terus diperkuat.

Melalui kolaborasi TP-PKK Kota Bitung dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bitung, pelatihan pembuatan kompos digelar bagi masyarakat di Kelurahan Bitung Barat II dan Kelurahan Bitung Barat I, Senin (8/6/2026).

Kegiatan yang berlangsung sejak pagi tersebut mendapat perhatian besar dari masyarakat.

Mereka antusias mengikuti setiap tahapan pelatihan yang bertujuan mengubah sampah organik rumah tangga menjadi pupuk kompos yang bermanfaat dan memiliki nilai ekonomi.

Ketua TP-PKK Kota Bitung Ellen Honandar Sondakh SE, hadir langsung dan bahkan turun tangan mempraktikkan proses pembuatan kompos bersama warga.

Dengan menggunakan sekop, istri tercinta Wali Kota Bitung Hengky Honandar, ikut mencampur bahan-bahan organik yang akan diolah menjadi pupuk kompos.

Kehadirannya di tengah peserta menjadi motivasi tersendiri bagi masyarakat untuk lebih peduli terhadap pengelolaan sampah.

Menurut Ellen Honandar Sondakh, persoalan sampah tidak dapat hanya dibebankan kepada pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat, terutama dari lingkungan keluarga sebagai sumber utama penghasil sampah rumah tangga.

“Melalui pelatihan ini, kami ingin memberikan edukasi bahwa sampah organik yang selama ini dianggap tidak berguna ternyata dapat diolah menjadi kompos yang bermanfaat.

Selain menjaga kebersihan lingkungan, hasilnya juga bisa dimanfaatkan untuk tanaman dan pekarangan rumah,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa pengelolaan sampah berbasis rumah tangga merupakan langkah sederhana yang dapat memberikan dampak besar terhadap lingkungan.

Jika setiap rumah tangga mampu memilah dan mengolah sampah organiknya sendiri, maka volume sampah yang dibuang ke tempat pembuangan akhir akan berkurang secara signifikan.

“Harapan kami, ilmu yang diperoleh hari ini tidak berhenti pada peserta yang hadir saja, tetapi bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan diteruskan kepada masyarakat lainnya.

Jika dikelola dengan baik, sampah organik dapat menjadi pupuk yang berguna bagi tanaman sekaligus membantu menjaga kebersihan lingkungan,” tambahnya.

Dalam pelatihan tersebut, warga diberikan pemahaman lengkap mengenai tahapan pengolahan sampah organik menjadi kompos.

Proses diawali dengan pemilahan sampah, di mana sampah organik seperti sisa makanan, daun-daunan, dan ranting dipisahkan dari sampah anorganik.

Setelah dipilah, sampah organik kemudian dicacah agar lebih mudah terurai.

Tahapan berikutnya adalah proses pembusukan atau penguraian alami yang dipercepat dengan penggunaan larutan EM4 sebagai bahan fermentasi.

Selanjutnya, sampah dimasukkan ke dalam wadah tertutup dan kedap udara untuk menjalani proses pengomposan.

Peserta juga diajarkan bahwa selama proses fermentasi berlangsung, bahan kompos harus diaduk setiap tiga hari sekali agar proses penguraian berjalan optimal hingga menghasilkan kompos padat maupun kompos cair yang siap digunakan.(fys)

Editor : Franky Sumaraw
#sampah #Ellen Honandar Sondakh #Kota Bitung #kompos #Hengky Honandar