Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Si Tukang Kritik di Kota Bitung Berpulang, RIP Darma Baginda

Franky Sumaraw • Minggu, 21 Juni 2026 | 21:35 WIB
Darma Baginda semasa hidup.(Dok Istimewa)
Darma Baginda semasa hidup.(Dok Istimewa)

MANADOPOST.ID–Kota Bitung dirundung duka. Salah satu tokoh pemerhati kota yang dikenal vokal dalam menyuarakan berbagai persoalan publik, Darma Baginda, meninggal dunia, Minggu (21/6/2026) pukul 12.21 WITA.

Almarhum tutup usia 61 tahun 12 hari.

Informasi dari keluarga, ibadah pemakaman akan dilaksanakan pada Selasa, 23 Juni 2026, pukul 11.00 WITA, di kediamannya kompleks Kolombo Kecamatan Maesa. 

Bagi masyarakat Kota Bitung, nama Darma Baginda bukanlah sosok yang asing.

Ia dikenal luas sebagai seorang pemerhati kota dan pengamat sosial kemasyarakatan yang aktif mengawal berbagai isu strategis, mulai dari kebijakan pemerintah, pelayanan publik, hingga penegakan hukum.

Di kalangan pejabat publik, almarhum dikenal dengan sosok "si tukang kritik".

Julukan tersebut bukan tanpa alasan. Darma Baginda dikenal sebagai sosok yang tidak segan menyampaikan kritik terhadap berbagai persoalan yang dianggapnya menyangkut kepentingan masyarakat luas.

Namun kritik yang disampaikannya selalu dilandasi kepedulian terhadap kemajuan Kota Bitung.

Selama hidupnya, Darma Baginda aktif menyoroti berbagai persoalan yang terjadi di daerah.

Salah satu fokus yang paling sering disuarakannya adalah penegakan hukum, khususnya dalam upaya pemberantasan korupsi.

Ia kerap mendorong aparat penegak hukum agar serius menindak setiap dugaan penyimpangan yang merugikan masyarakat.

Selain itu, almarhum juga dikenal konsisten mengkritisi kondisi fasilitas umum serta mendorong peningkatan kualitas pelayanan publik.

Tidak jarang ia meminta pemerintah daerah untuk mengambil langkah tegas terhadap aparat atau pejabat yang diduga melakukan pelanggaran aturan maupun praktik pungutan liar.

Dengan berbagai pandangan dan kritik yang disampaikan melalui media maupun ruang-ruang diskusi, Darma Baginda berharap terciptanya pemerintahan yang lebih transparan dan berpihak kepada kepentingan masyarakat.

Di luar aktivitasnya sebagai pemerhati kota, Darma Baginda juga dikenal aktif dalam pelayanan gereja, khususnya di lingkungan KGPM.

Keterlibatannya dalam kegiatan kerohanian menjadi bagian dari pengabdian yang dijalaninya selama hidup.

Kepergian Darma Baginda meninggalkan duka bagi keluarga, sahabat, wartawan dan masyarakat yang mengenalnya.

Meski dikenal keras dalam menyampaikan kritik, banyak pihak menilai sosoknya merupakan pribadi yang memiliki kepedulian besar terhadap perkembangan Kota Bitung.

Kini, suara kritisnya yang selama ini mewarnai berbagai dinamika pembangunan di Kota Bitung telah terdiam.

Namun jejak pemikiran, kepedulian, serta keberaniannya dalam menyuarakan aspirasi masyarakat akan tetap dikenang.

Selamat jalan, Darma Baginda. Sosok yang selama ini dikenal lantang mengingatkan, mengkritik, dan mengawal berbagai persoalan publik itu telah berpulang.

Semoga segala pengabdian dan kebaikan almarhum diterima di sisi Tuhan Yang Maha Kuasa.

Keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan penghiburan. Rest In Peace Darma Baginda.(fys)

Editor : Franky Sumaraw
#Tutup Usia #rest in peace #Darma Baginda #Kritik #Kota Bitung