MANADOPOST.ID–Warga Madidir Unet, Lingkungan II, Kecamatan Madidir, Kota Bitung, digemparkan dengan penemuan sesosok pria lanjut usia (lansia) yang meninggal dunia di tempat ia tinggal, Selasa (23/6/2026).
Korban diketahui berinisial FS (70), yang selama ini hidup sebatang kara dan tinggal seorang diri di sebuah bangunan milik orang lain yang sudah lama tidak ditempati pemilik.
Penemuan jenazah korban sontak menarik perhatian warga sekitar. Sejumlah warga berdatangan ke lokasi untuk mengetahui kondisi yang terjadi, sementara aparat kepolisian dari Polres Bitung segera turun melakukan pemeriksaan awal dan olah tempat kejadian perkara.
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi, korban diketahui tidak memiliki pendamping keluarga yang tinggal bersamanya.
Selama ini, beberapa warga sekitar rutin memperhatikan kondisi korban dan sesekali datang menjenguk untuk memastikan keadaan kesehatannya.
Salah seorang warga setempat, Edy Kansil, mengaku menjadi orang terakhir yang sempat berkomunikasi dengan korban sebelum ditemukan meninggal dunia.
Menurut Edy, pada Minggu (21/6/2026) siang, dirinya datang menjenguk FS dan membawa makanan berupa roti serta minuman ringan untuk membantu kebutuhan sehari-hari korban.
"Saat saya datang menjenguk, beliau masih bisa diajak berbicara, tetapi kondisinya memang sudah terlihat sakit," ungkap Edy Kansil.
Keterangan tersebut menjadi salah satu informasi awal yang turut didalami aparat kepolisian untuk mengetahui kondisi korban sebelum menghembuskan napas terakhir.
Usai menerima laporan dari masyarakat, Tim Inafis Polres Bitung langsung mendatangi lokasi dan melakukan identifikasi awal terhadap korban.
Sejumlah saksi yang mengetahui aktivitas sehari-hari korban juga dimintai keterangan guna melengkapi proses pendataan.
Hingga berita ini diturunkan, Tim Inafis Polres Bitung masih melakukan identifikasi dan pengumpulan informasi untuk memastikan seluruh fakta yang berkaitan dengan korban.
Dari informasi yang berkembang di lokasi kejadian, jenazah korban direncanakan akan dibawa ke wilayah Pinokalan untuk diserahkan kepada pihak keluarga.
Berdasarkan keterangan warga sekitar, jenazah disebut tidak akan dibawa ke rumah sakit.
Namun demikian, keputusan mengenai penanganan jenazah masih menunggu koordinasi lebih lanjut dengan keluarga serta pihak terkait.
Sementara itu, hingga saat ini belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian mengenai penyebab pasti kematian korban.
Aparat masih melakukan pendalaman guna memastikan seluruh fakta yang ada di lapangan.
Bagi warga Madidir Unet, sosok FS dikenal sebagai pria yang sederhana dan telah lama menjalani hidup seorang diri.
Di usia senjanya, ia beberapa kali diketahui mengalami gangguan kesehatan dan lebih banyak menghabiskan waktu di tempat tinggalnya.
Kepergian FS meninggalkan duka bagi warga sekitar yang selama ini mengenalnya.
Mereka berharap proses identifikasi segera selesai sehingga keluarga korban dapat memperoleh kepastian dan memberikan penghormatan terakhir kepada almarhum.
Di tengah hiruk-pikuk kehidupan kota, kisah seorang lansia yang hidup dalam kesederhanaan dan kesendirian itu kini menjadi pengingat akan pentingnya kepedulian terhadap sesama, terutama mereka yang menjalani masa tua tanpa keluarga di sampingnya.(fys)
Editor : Franky Sumaraw