Berita Utama Ekbis Kapol Teropong Minahasa Raya Nusa Utara Bolmong Raya Nasional Publika Politik Esport Healthy Hukum Internasional Lifestyle&Teknologi Liputan Khusus Olahraga Opini Otomotif Show & Celebrities Xpresi

Viral! Warga Kecam Aksi Panjat Patung Cakalang Bitung: "Jangan Karena Kebodohan, Satu Kota Tanggung Biaya"

ALengkong • Rabu, 1 Juli 2026 | 11:41 WIB
Link Gambar
Link Gambar

 
BITUNG, MANADO POST, Sabtu (27/6/2026)
— Euforia massa yang berlebihan hingga menaiki fasilitas umum kembali menuai sorotan tajam. Kali ini, ikon kebanggaan Kota Bitung, yakni Patung Cakalang, menjadi sasaran aksi panjat oleh oknum warga. Kejadian ini langsung memantik reaksi keras dari masyarakat luas di media sosial, yang khawatir ikon kota tersebut akan mengalami kerusakan fatal.

Dalam sebuah unggahan yang kini viral dan ramai diperbincangkan warga netizen (warganet) Nyiur Melambai, seorang warga melayangkan kritik dan peringatan keras. Ia menegaskan bahwa teguran ini bukanlah candaan, melainkan peringatan serius demi keselamatan bersama dan keutuhan fasilitas kota.

"Ketua, nyanda ada maksud mengujarkan kebencian neh! Deng kali ini bukang bakusedu ato baku terek soal piala dunia.. ini mode serius," tulis akun tersebut membuka unggahannya, menegaskan bahwa kritiknya murni dari kepedulian terhadap fasilitas publik.

Ia mengingatkan masyarakat luas agar tidak menjadikan aksi memanjat Patung Cakalang sebagai tren atau ikut-ikutan. Menurutnya, selain berisiko tinggi mencelakai diri sendiri, tindakan tersebut jelas merusak estetika dan fisik monumen.

"Cuma mo kase inga tu laeng-laeng sudah jo mo iko-iko tu model-model bgini! Secara konstruksi, patung itu didesain bukan untuk menopang beban manusia atau untuk dinaiki," lanjutnya.

Ancaman Kerusakan dan Beban APBD

Lebih jauh, warganet tersebut merinci dampak kerusakan yang bisa terjadi jika massa terus menaiki monumen tersebut. Mulai dari cat yang terkelupas, hingga risiko paling fatal berupa patah atau rubuhnya bagian patung karena tidak mampu menahan beban berlebih.

Ia juga menyentil keras dampak ekonomi yang harus ditanggung oleh daerah. Jika Patung Cakalang rusak, biaya perbaikan, pengecatan ulang, hingga pembuatan monumen baru dipastikan akan menyedot Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Bitung, yang notabene bersumber dari uang pajak rakyat.

"Torang sudah jo kwa mo ciptakan tradisi baru yang merugikan! Dpe kasar: Jangan karna dorang-dorang pe kebodohan, satu kota yang tanggung biaya," tegas warga tersebut dengan logat Melayu Manado yang kental.

Di akhir unggahannya, ia berharap pesannya dapat diterima dengan lapang dada tanpa ada pihak yang merasa tersinggung. "Yaa tau sendirilah biaya bekeng monumen (nyanda sadiki). Kiranya nyanda ada yg sakihati dg postingan ini. Salam Damai."

Hingga berita ini diturunkan, unggahan tersebut telah dibagikan puluhan kali dan mendapat dukungan penuh dari mayoritas warganet Kota Bitung. Masyarakat mendesak Pemerintah Kota Bitung, khususnya Satpol PP dan pihak kepolisian, untuk lebih proaktif menjaga Patung Cakalang dan memberikan sanksi tegas bagi siapa saja yang melakukan tindakan vandalisme atau perusakan ikon kota.

Editor : ALengkong
#Sulawedi Utara #Brazil #Jerman #Patung Cakalang #bitung