Sarana Penunjang Pedestrian Kawasan Kantor Wali Kota Bitung Disorot, Ganggu Estetika Jelang HUT RI

Franky Sumaraw • Dipublikasikan Senin, 10 Agustus 2026 | 21:13 WIB
Nampak sarana penunjang pedestrian di depan Kantor Wali Kota Bitung.(Franky Sumaraw/MP)
Nampak sarana penunjang pedestrian di depan Kantor Wali Kota Bitung.(Franky Sumaraw/MP)

MANADOPOST.ID–Keberadaan sejumlah sarana penunjang pedestrian di kawasan Kantor Wali Kota Bitung menuai sorotan warga.

Fasilitas yang semestinya mempercantik kawasan sekaligus memberikan kenyamanan bagi masyarakat itu, kini terlihat rusak, lapuk, bahkan sebagian sudah tidak lagi berdiri tegak.

Kondisi tersebut menjadi perhatian warga, terlebih kawasan depan Kantor Wali Kota Bitung saat ini ramai dikunjungi masyarakat, yang menyaksikan berbagai kegiatan dalam rangka menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Sejumlah sarana duduk berbentuk bulat yang berada di sepanjang pedestrian terlihat mengalami kerusakan.

Fasilitas tersebut menggunakan kombinasi rangka besi dan material kayu.

Namun, seiring waktu, bagian kayu terlihat sudah lapuk, sementara sejumlah rangka besi mengalami kerusakan hingga patah.

Bahkan, terdapat fasilitas yang kondisinya sudah miring dan sebagian lainnya tidak lagi berdiri sebagaimana mestinya.

Sejumlah warga ketika dimintai tanggapan terkait kondisi itu, memberikan pandangan, kritikan bahkan saran untuk pemerintah. 

Salah satu warga menilai, kondisi tersebut tidak hanya mengurangi fungsi fasilitas pedestrian, tetapi juga berpengaruh terhadap estetika kawasan pusat pemerintahan di Kota Bitung.

"Pembangunan pedestrian serta sarana penunjang seperti ini tujuannya baik.

Tetapi kalau kondisinya sudah seperti ini, wajah kota malah jadi suram. Ini bukan tempat duduk lagi tapi terlihat seperti barang rongsokan yang menghiasi kawasan Kantor Wali Kota," ujar seorang warga yang meminta namanya tidak disebutkan. 

Menurut warga lainnya, fasilitas yang kondisinya sudah rusak parah sebaiknya segera diperbaiki atau dikeluarkan dari kawasan pedestrian, apabila memang sudah tidak memungkinkan untuk digunakan.

"Tidak ada manfaatnya lagi, sudah miring bahkan roboh, mendingan dikeluarkan saja," saran warga. 

Mereka berharap, pemerintah tidak hanya melakukan pembangunan fasilitas baru, tetapi juga memberikan perhatian terhadap aspek pemeliharaan.

Fasilitas publik yang telah dibangun, menurut warga, perlu dirawat secara berkala agar tetap berfungsi dan tidak berubah menjadi beban visual bagi kawasan perkotaan.

"Kalau sudah dibangun, tentu harus ada pemeliharaan. Apalagi ini berada di kawasan Kantor Wali Kota Bitung yang menjadi wajah pemerintahan dan salah satu kawasan yang banyak dilihat masyarakat," sambung warga lainnya.

Hingga berita ini ditulis, instansi teknis terkait belum berhasil dikonfirmasi mengenai kondisi sejumlah sarana duduk tersebut maupun rencana penanganannya.

Namun, Sekretaris Kota (Sekkot) Bitung Ir Ign Rudy Theno ST MT MAP, saat dihubungi Manado Post mengatakan, kondisi pedestrian kawasan Kantor Wali Kota Bitung, sebenarnya sudah menjadi perhatian pemerintah.

Menurut Sekkot, sarana penunjang pedestrian tersebut memang sudah waktunya mendapatkan pemeliharaan setelah digunakan selama beberapa tahun.

"Sudah jalan lima tahun, waktunya untuk dilakukan pemeliharaan," singkat Rudy.

Pernyataan tersebut memberikan sinyal bahwa pemerintah telah mengetahui kondisi fasilitas yang mengalami kerusakan dan melihat perlunya dilakukan langkah pemeliharaan.

Diketahui, pedestarian tersebut dibangun dengan dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) pada beberapa tahun lalu yang dikerjakan oleh CV Karya Mulia Indah.

Nilai proyek tersebut sebesar Rp4,9 miliar yang terbagi dalam beberapa jenis pekerjaan, seperti trotoar, pengaspalan jalan, saluran air, sarana penunjang seperti lampu hias dan jenis pekerjaan lainnya di sejumlah titik di Kota Bitung.(fys)

Editor : Franky Sumaraw
Kawasan Kantor Wali Kota Bitung Pedestrian hut ri sorotan Kota Bitung