Distribusi BBM Bersubsidi Diawasi Tipidter Mabes Polri, Mafia Solar di Bitung Tiarap

Franky Sumaraw • Dipublikasikan Rabu, 19 Agustus 2026 | 20:34 WIB
Salah satu SPBU di wilayah Manembo-nembo Bitung terpantau sepi.(Franky/MP)
Salah satu SPBU di wilayah Manembo-nembo Bitung terpantau sepi.(Franky/MP)

MANADOPOST.ID–Distribusi BBM bersubsidi khususnya solar di Kota Bitung, dan sejumlah wilayah di Sulawesi Utara (Sulut), dikabarkan tengah mendapat perhatian dari tim khusus Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Bareskrim Polri.

Informasi mengenai keberadaan tim tersebut mencuat di tengah kondisi antrean kendaraan bermesin diesel di sejumlah SPBU Kota Bitung, yang mendadak jauh lebih lengang dibandingkan situasi biasanya.

Fenomena tersebut terpantau hingga Rabu (19/8/2026). Sejumlah SPBU yang sebelumnya kerap dipadati kendaraan pengguna solar bersubsidi kini terlihat relatif sepi.

Kendaraan yang mengantre untuk mendapatkan solar bahkan disebut dapat dihitung dengan jari.

Kondisi tersebut berbeda dengan situasi yang selama ini menjadi sorotan masyarakat, ketika antrean kendaraan mengular hingga area luar SPBU.

Di salah satu SPBU kawasan Manembo-nembo, misalnya, solar bersubsidi tersedia.

Namun, pada saat pemantauan, tidak terlihat banyak kendaraan yang melakukan pengisian solar. Aktivitas antrean justru terlihat pada dispenser Pertalite.

Kondisi ini kemudian memunculkan dugaan bahwa pengawasan aparat terhadap distribusi BBM bersubsidi, memberikan pengaruh terhadap aktivitas para pengepul atau yang oleh masyarakat setempat dikenal sebagai tukang tap solar.

Seorang sumber yang mengetahui praktik mafia solar di lapangan menyebut, kondisi sepi tersebut sudah berlangsung sepekan lebih.

Sumber yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan itu mengatakan, informasi yang diperolehnya menyebutkan tim Tipidter Mabes Polri masih berada di Sulut dan melakukan pemantauan di sejumlah wilayah, termasuk Bitung.

“Awalnya tim Tipidter Mabes Polri turun ke Sulut, menindak pelaku PETI di wilayah Kabupaten Bolmong, awal Agustus 2026 ini.

Nah kabarnya, mereka masih ada di daerah. Bitung menjadi salah satu wilayah yang diawasi karena praktik dugaan penyalahgunaan distribusi BBM solar ramai menjadi sorotan di berbagai platform media sosial. Terlebih, saat ini merupakan bulan kemerdekaan,” ungkap sumber tersebut.

Menurut sumber itu, keberadaan aparat penegak hukum membuat pihak-pihak yang selama ini diduga terlibat dalam praktik penyalahgunaan distribusi solar bersubsidi memilih mengurangi aktivitas.

Ia menyebut bukan hanya aktivitas tukang tap, tetapi juga jaringan yang diduga berkaitan dengan penampungan atau gudang solar ilegal ikut berhati-hati.

Sementara itu, Kasi Humas Polres Bitung AKBP Abdul Natip Anggai saat dikonfirmasi terkait informasi tersebut mengatakan dirinya belum mengetahui adanya tim tersebut. “Saya belum monitor kalau tim itu,” singkatnya.

Terlepas dari informasi mengenai pengawasan tersebut, kondisi antrean solar yang mendadak lengang disambut hangat masyarakat.

Selama ini, antrean panjang kendaraan bermesin diesel di SPBU menjadi salah satu persoalan yang kerap dikeluhkan.

Antrean yang panjang dinilai tidak hanya mengganggu aktivitas pengguna jalan, tetapi juga berpotensi menghambat aktivitas ekonomi, terutama bagi kendaraan yang membutuhkan solar sebagai bahan bakar operasional.

Bagi pemilik kendaraan yang benar-benar menggunakan solar untuk kebutuhan usaha maupun aktivitas sehari-hari, kondisi SPBU yang lebih lengang tentu memberikan keuntungan.

Mereka dapat memperoleh bahan bakar dengan waktu tunggu yang lebih singkat, tanpa harus berhadapan dengan antrean panjang.

"Kami selaku pengguna BBM solar sangat senang. Antrean lengang, untuk mengisi solar hanya butuh waktu singkat," ujar salah satu warga, seraya berharap pengawasan berlangsung konsisten sehingga praktik penyalahgunaan solar dapat ditekan.

Sorotan terhadap dugaan praktik mafia solar di Bitung dan daerah lainnya di Sulut sebelumnya memang ramai diperbincangkan masyarakat.

Karena itu, kehadiran tim dari Mabes Polri diharapkan mampu memberikan kepastian bahwa setiap penyimpangan distribusi BBM bersubsidi akan ditindak sesuai aturan.(fys)

Editor : Franky Sumaraw
Tipidter Mabes Polri mafia solar Kota Bitung tiarap Bareskrim