MANADOPOST.ID–Proyek pembersihan saluran di Kelurahan Sagerat, Kecamatan Matuari, Kota Bitung, tepatnya di depan SD Negeri Sagerat, menuai sorotan masyarakat.
Volume sedimentasi yang diangkat dari sejumlah lubang kontrol atau manhole dinilai terlalu sedikit, sehingga memunculkan pertanyaan mengenai kualitas dan manfaat pekerjaan tersebut.
Warga menduga pembersihan saluran tidak dilakukan secara menyeluruh.
Pasalnya, material pasir dan endapan yang terlihat diangkat dari sekitar lubang kontrol hanya dalam jumlah terbatas.
Setelah itu, pekerja disebut langsung berpindah ke titik berikutnya dengan pola pekerjaan yang tampak serupa.
Kondisi tersebut memicu kecurigaan warga terhadap pelaksanaan pekerjaan yang menggunakan anggaran pemerintah pada fasilitas umum.
“Pekerjaan ini nampaknya tidak beres. Volume sedimen yang dikeluarkan dari lubang hanya sedikit.
Kemudian para pekerja langsung pindah ke lubang berikutnya. Volume terlihat sama, hanya sedikit.
Pekerjaan seperti ini sama halnya menipu masyarakat, kasihan uang rakyat,” tandas Isty, salah satu warga.
Pantauan Manado Post di lokasi menemukan material sedimentasi yang dibersihkan tampak terbatas di sekitar titik manhole saja.
Pada sejumlah bagian yang diamati, area galian diperkirakan memiliki panjang sekitar 1,5 meter dengan kedalaman kurang lebih 50 sentimeter.
Sementara itu, material yang berada di antara titik-titik manhole terlihat belum diangkat pada bagian yang dipantau.
Kondisi ini menimbulkan pertanyaan apakah pembersihan telah dilakukan sesuai kebutuhan saluran dan ruang lingkup pekerjaan yang ditetapkan.
Jika pembersihan hanya dilakukan di sekitar lubang kontrol tanpa menjangkau seluruh bagian saluran yang dipenuhi sedimentasi, manfaat pekerjaan tersebut dikhawatirkan.
Endapan yang masih tertinggal berpotensi mengurangi fungsi saluran, bahkan berpotensi menimbulkan persoalan baru jika sudah memasuki musim penghujan.
Sorotan lainnya adalah tidak ditemukannya papan informasi proyek di sekitar lokasi pekerjaan saat penelusuran dilakukan.
Ketiadaan papan tersebut membuat masyarakat belum dapat mengetahui secara langsung informasi mengenai nilai kontrak, pelaksana, sumber anggaran, maupun jangka waktu pekerjaan.
Sementara itu, Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUTR) Kota Bitung, Norke Ibrahim ST, saat dikonfirmasi membenarkan bahwa pekerjaan tersebut merupakan bagian dari paket pekerjaan di lingkungan Dinas PUTR Kota Bitung.
Terkait papan informasi proyek yang belum terlihat, Norke menjelaskan pekerjaan baru saja dimulai sehingga kemungkinan pihak ketiga belum memasangnya.
“Pekerjaan ini dilaksanakan sebelum musim penghujan tiba. Pekerjaan baru mulai jadi kemungkinan pihak ketiga belum memasang papan proyek,” jelasnya, Kamis (29/10/2026).
Soal sorotan masyarakat dan temuan wartawan di lokasi, Kabid SDA menyatakan akan segera mengecek pekerjaan saluran tersebut.
Ia geram dengan hasil pekerjaan jika hanya sedimen di sekitar manhole saja yang dibersihkan.
"Harus dibersihkan semua. Jangan hanya di sekitar lubang kontrol saja. Kami seriusi masalah ini dengan melakukan pengecekan. Terima kasih atas informasinya," tandas Norke.
Pernyataan tersebut menjadi penegasan bahwa Dinas PUTR Kota Bitung akan menindaklanjuti informasi yang disampaikan masyarakat.
Pengecekan lapangan diperlukan untuk mencocokkan kondisi fisik pekerjaan dengan ruang lingkup dan spesifikasi teknis yang telah ditetapkan.
"Kami segera infokan perkembangannya setelah melakukan pengecekan," imbuh dia.(fys)
Editor : Franky Sumaraw