Temuan Warga Ditindaklanjuti, Dinas PUTR Kota Bitung Warning Pekerja: Harus Dibersihkan Semua

Franky Sumaraw • Dipublikasikan Jumat, 30 Oktober 2026 | 19:06 WIB
Nampak material sedimentasi yang dikeluarkan dari saluran di depan SD Negeri Sagerat, Jumat (30/10/2026), langsung diangkut agar tidak menumpuk di sekitar lokasi pekerjaan proyek pembersihan saluran swakelola dari Dinas PUTR Kota Bitung.(Franky/MP)
Nampak material sedimentasi yang dikeluarkan dari saluran di depan SD Negeri Sagerat, Jumat (30/10/2026), langsung diangkut agar tidak menumpuk di sekitar lokasi pekerjaan proyek pembersihan saluran swakelola dari Dinas PUTR Kota Bitung.(Franky/MP)

MANADOPOST.ID–Sorotan masyarakat terhadap proyek pembersihan saluran di Kelurahan Sagerat, Kecamatan Matuari, Kota Bitung, langsung ditindaklanjuti Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUTR).

Dinas tersebut menegaskan seluruh pekerjaan harus dilaksanakan sesuai spesifikasi teknis, bukan sekadar membersihkan sedimentasi di sekitar lubang kontrol atau manhole.

Kepala Dinas PUTR Kota Bitung Rizal Sompotan ST MM, melalui Kepala Bidang (Kabid) Sumber Daya Air (SDA) Norke Ibrahim ST, memberikan warning kepada para pekerja agar tidak mengabaikan kualitas dan ketentuan pekerjaan.

Di sisi lain, ia mengapresiasi kritik masyarakat yang dinilainya menjadi bagian penting dari pengawasan pembangunan.

“Kritikan masyarakat sangat diperlukan sebagai bentuk pengawasan. Dengan demikian, baik kami dari dinas maupun pekerja, sama-sama mengevaluasi kinerja agar pekerjaan sesuai dengan yang diharapkan bersama,” tandas Norke.

Menurutnya, setelah informasi mengenai dugaan pekerjaan yang tidak maksimal mencuat, tim Dinas PUTR langsung bergerak ke lokasi untuk mencocokkan informasi dari masyarakat dengan kondisi pekerjaan di lapangan.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan pelaksanaan proyek swakelola pembersihan saluran berjalan sebagaimana mestinya, terlebih pekerjaan tersebut baru saja dimulai ketika mendapat sorotan.

Kabid Norke menjelaskan, bahwa secara teknis seluruh sedimentasi yang masuk dalam lingkup pekerjaan wajib dibersihkan.

Pembersihan menyeluruh menurutnya, diperlukan agar fungsi saluran tetap berjalan optimal, terutama dalam melancarkan aliran air saat musim hujan dan menjaga kebersihan lingkungan.

“Dari hasil pengecekan tim teknis di lapangan, karena pekerjaan tersebut baru saja dimulai maka para pekerja awalnya menggali dulu sedimentasi di sekitar lubang kontrol atau manhole.

Langkah awal tersebut perlu dilakukan para pekerja sebagai akses untuk melanjutkan pembersihan di bagian dalam saluran, sampai tembus di lubang kontrol selanjutnya,” jelas Norke.

Dengan demikian, penggalian di sekitar manhole merupakan tahap awal untuk membuka akses menuju bagian dalam saluran.

Pekerjaan selanjutnya harus diteruskan sepanjang saluran hingga mencapai titik kontrol berikutnya.

Meski begitu, ia mengingatkan pengawas pekerjaan agar rutin melakukan peninjauan di lapangan.

Pengawasan tersebut penting untuk memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai spesifikasi teknis, dan hasil akhirnya benar-benar membuat saluran berfungsi sebagaimana mestinya.

Ia juga menilai kritik masyarakat sebagai masukan positif bagi dinas dalam memperkuat pengawasan.

“Kritik dari masyarakat ini kami sambut positif karena secara otomatis, sangat membantu kami dalam meningkatkan pengawasan, sehingga menghadapi pemeriksaan Inspektorat ataupun BPK nanti, tidak lagi ada kendala,” tambahnya.

Sementara itu, pantauan Manado Post di lokasi pekerjaan, Jumat (30/10/2026) siang, menunjukkan adanya perkembangan pada proses pembersihan saluran di depan SD Negeri Sagerat.

Jika sebelumnya material yang terangkat terlihat hanya berada di sekitar titik manhole, kini penggalian di bagian dalam saluran mulai menunjukkan progres.

Panjang galian diperkirakan telah mencapai lebih dari dua meter dari titik lubang kontrol.

Dua pekerja terlihat melakukan penggalian secara bersamaan dari dua arah yang berlawanan di antara lubang kontrol.

Metode tersebut dilakukan agar keduanya dapat bertemu di bagian tengah saluran.

“Dia dari sana. Saya dari sini, kemudian kami bertemu di tengah saluran,” ujar salah satu pekerja saat ditemui di lokasi.

Pekerja tersebut juga menjelaskan bahwa material sedimentasi yang berhasil dikeluarkan langsung diangkut agar tidak menumpuk di sekitar lokasi pekerjaan.

“Sedimen yang diangkat dari dalam saluran sesegera mungkin langsung diangkut agar tidak menumpuk,” tambahnya.

Langkah pengangkutan material secara langsung itu dilakukan untuk menjaga lingkungan sekitar tetap bersih dan tidak mengganggu aktivitas masyarakat, terutama karena lokasi pekerjaan berada di kawasan kompleks persekolahan yang memiliki aktivitas cukup padat.(fys)

Editor : Franky Sumaraw
Proyek sorotan Warning Kota Bitung Dinas PUTR