MANADOPOST.ID–Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Bitung menunjukkan tren pertumbuhan positif. Hingga 31 Oktober 2026, realisasi PAD telah mencapai Rp99.583.278.969,34 atau sekitar Rp99,58 miliar.
Capaian tersebut meningkat dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang tercatat sebesar Rp82.596.271.456,25.
Capaian ini menjadi perkembangan positif bagi Pemerintah Kota (Pemkot) Bitung di bawah kepemimpinan Wali Kota Bitung Hengky Honandar SE dan Wakil Wali Kota Randito Maringka SSos, bersama Sekretaris Kota Ir Ign Rudy Theno ST MT.
Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Bitung, Theo Rorong SE, mengatakan peningkatan tersebut merupakan hasil dukungan berbagai pemangku kepentingan, terutama partisipasi masyarakat dalam memenuhi kewajiban pajak dan retribusi daerah.
"Capaian ini merupakan hasil dari dukungan semua stakeholder yang terkait, lebih khusus seluruh masyarakat Kota Bitung dalam mendukung pembangunan Kota Bitung," ujar Theo, Selasa (3/11/2026).
Dari target PAD tahun 2026 (setelah perubahan) sebesar Rp125.342.617.906, realisasi PAD hingga akhir Oktober telah mencapai 79,45 persen.
Angka ini menunjukkan bahwa penerimaan daerah terus bergerak mendekati target yang telah ditetapkan.
Adapun dari empat kelompok sumber PAD, pajak daerah masih menjadi penyumbang terbesar.
Hingga 31 Oktober 2026, realisasi pajak daerah mencapai Rp86.477.642.554 atau 80,56 persen dari target Rp107.350.000.000. Sedangkan periode yang sama tahun 2025 sebesar Rp72.630.210.839,55.
Sementara itu, retribusi daerah mencatat realisasi Rp4.292.285.022 atau 62,66 persen dari target Rp6.850.000.000. Pada periode yang sama tahun sebelumnya, penerimaan dari sektor ini tercatat Rp3.592.609.135,40.
Untuk hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan, realisasi mencapai Rp6.284.724.158 atau 87,47 persen dari target Rp7.184.724.158.
Capaian tersebut menjadi persentase realisasi tertinggi di antara empat kelompok sumber PAD.
Adapun kategori lain-lain PAD yang sah terealisasi sebesar Rp2.528.627.235,34 atau 63,89 persen dari target Rp3.957.893.748. Pada Oktober 2025, penerimaan dari sektor ini tercatat Rp1.708.247.403,30.
Theo menegaskan, keberhasilan meningkatkan PAD tidak hanya menjadi tanggung jawab Bapenda.
"Dukungan perangkat daerah, pelaku usaha, wajib pajak, serta seluruh masyarakat memiliki peran penting dalam memperkuat kapasitas fiskal daerah," tambahnya.
Dengan realisasi yang telah mendekati Rp100 miliar hingga akhir Oktober, Pemkot Bitung melalui Bapenda memiliki momentum untuk terus mengoptimalkan penerimaan pada sisa tahun anggaran 2026.(fys)
Editor : Franky Sumaraw